Tampilkan postingan dengan label Aku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aku. Tampilkan semua postingan

Huang ying guang ling, Cinta :*

Alhamdulillah 13 Feb 2015 kemarin momen "Saudara Febri Rahadi, saya nikahkan kakak kandung saya...", "saya terima nikahnya Ruzana Dhiauddin...", dan anggukan saksi sambil menyerukan "sah!sah!" saya alami juga. 

Sempat terharu waktu adik saya dengan lancarnya melafaz ijab, dan langsung disambut lafaz qabul oleh suami saya yg juga lancar. *semacam masih lucu menyebut kata2 suami, mehehe. 


Huang ying guang ling, Cinta. 
Selamat datang di kehidupan kita. Ya kita. Karena sejak 4 hari yang lalu, aku telah menjadi pakaian bagimu, dan engkau menjadi pakaian bagiku. Saling melengkapi dalam kekurangan, memahami dalam perbedaan, bahu-membahu dalam kesulitan, seterusnya dan seterusnya sambung sendiri aja (soalnya saya udah kehabisan ide buat meracik kata2 puitis sih, haha).

Semoga nasi goreng dan dadar telur (sarapan pertama buatan saya) tadi pagi yang kekurangan garam (karena entahlah dimana sebungkus garam yg baru dibeli itu bersembunyi) adalah awal yang justru bisa membuat kehidupan kita jadi lebih berasa nikmat. 


Daaaaaaaaaaaaaaaan sekali lagi, huang ying guang ling, Cinta!
Selamat menemukan hal-hal baru yaaaa :)


Dari kiri ke kanan; si adek, bundanya suami saya, suami saya, saya, umi, ayah.





Banda Aceh,17 Feb 2015
Semoga sakinah bersamamu :)

Kurasa sudah banyak suara2 sumbang dan cliche yang membicarakan para hijaber alias muslimah yang make hijab a.k.a jilbab (kalo bahasa indo nya). Nah aku juga jadi ikutan tergelitik berkomentar tentang topik yang satu ini.


Sepanjang ingatanku, fenomena jilbab ini pernah marak juga saat aku masih duduk di kelas 4 di MIN 1 (setingkat SD) Banda Aceh. Sebagai anak sekolah dasar yang belom peduli keadaan sekitar, aku tidak terlalu memperhatikan, apakah fenomena ini sampai menjangkiti orang2 dewasa juga.

Yang jelas, anak-anak di kelasku yang notabene muslimah, termasuk aku sendiri, heboh sekali meminta orang tua kami untuk menjahitkan rok panjang dan baju lengan panjang serta jilbab untuk kami pakai ke sekolah. Aku malah memaksa Umiku untuk menyelesaikan rokku hari rabu itu. Aku merengek-rengek.

Pokoknya, besok pagi harus bisa kakak pake, Mi!

Tapi nak, kancing roknya belum selesai

Tapiiiii Miiiiii, kakak udah janji sama kawan-kawan besok pake rok, baju panjang dan jilbab sama-sama.

Yaudah, Umi minta tolong Kak Beti kalo gitu.

Akhirnya Umiku mengalah demi anaknya yang udah ngebet banget mau pake jilbab. Dan benarlah besoknya dengan riang gembira aku melangkah ke sekolah lengkap dengan rok dongker panjang, baju panjang dan jilbab putih baru. Aku dan teman-teman pun gembira sekali karena melihat satu sama lain memakai jilbab. Aneh tapi seru. Biasanya kita ke sekolah dengan rambut dikuncir, berbando dan pernak pernik di rambut, tapi kali ini kepala kita tertutup jilbab. Senang sekali rasanya.

Yah, tapi namanya anak kelas 4 SD, pasti kita mengeluh kepanasan. Dan karena keterbatasan rok, baju lengan panjang dan jilbab, aku dan teman-teman hanya memakai jilbab pada hari Rabu dan Kamis saja. Hahaha.


Nah kembali ke masa kini.

Aku semacam melihat fenomena jilbab kembali muncul. Hanya saja karena aku sudah cukup dewasa untuk memperhatikan keadaan sekitar, aku sangat sadar bahwa fenomena berjilbab lebih heboh daripada saat aku masih SD dulu. Dari adanya komunitas jilbab yang menjamur dimana-mana, banyaknya tutorial berjilbab di yutube, majalah-majalah yang mulai meng-hire para model yang dipakaikan jilbab atao memang berjilbab.

Tentu saja aku senang bahwa jilbab ternyata gak dianggap aneh lagi, bahwa jilbab sudah tak asing, bahwa para jilbabers tak sulit lagi mencari kerja.

Allah Swt dalam Al Quran berfirman:
Wahai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang-orang mukmin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka. yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk di kenal karena itu mereka tidak di ganggu.Dan Allah adalah maha pengampun dan penyayang.(Al Ahzab.59).

Sepengatahuanku, ayat inilah yang menjadi dasar diwajibkannya wanita-wanita muslim berjilbab. Yap agar mudah dikenali, agar dengan mudah sesama muslim mengenali satu sama lain, itu salah satu tujuan memakai jilbab.

Tapi ada satu yang menggajal hati, bahwa ternyata sangat banyak yang 'hanya' memakai jilbab, tanpa perduli lagi apakah jilbab yang dipakai menutup aurat atau hanya sekedar membungkus.

Loh, emang beda yak menutup sama membungkus?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia,

tutupbenda yg menjadi alat untuk membatasi suatu tempat sehingga tidak terlihat isinya, tidak dapat dilewati, terjaga keamanannya.  

menutup: menjadikan tidak terbuka (spt mengatupkan, mengunci, merapatkan) 

bungkuskata penggolong untuk benda yg dibalut dengan kertas (daun, plastik, dsb);  

membungkus: membalut seluruhnya sehingga tidak kelihatan


Ibnu Katsir mengatakan, 
“Jilbab adalah semacam selendang yang dikenakan di atas khimar yang sekarang ini sama fungsinya seperti izar (kain penutup).” (Syaikh Al Bani dalam Jilbab Muslimah). (http://muslimah.or.id/akhlak-dan-nasehat/jilbabku-penutup-auratku.html)

Kalo menurutku sih menutup adalah menyembunyikan apa yang harus ditutupi (aurat) tanpa membentuk. Sedangkan kalo berbicara tentang membungkus aku akan langsung teringat timphan (makanan khas aceh yg dibungkus daun), dan lazimnya membungkus itu akan memperlihatkan bentuk benda yang dibungkus.

Jadi, masih menurutku nih ya, pake jilbab digaya2in sikit mah gapapa, selama esensi jilbab dan menutup auratnya masih ada. Daripada kesulitan wudhu gegara jilbab yang bak topan meliuk-liuk kan ya :P. Kalo berjilbab, tapi masih membungkus dan pake kain tipis yang masih memperlihatkan aurat yang berusaha kita tutupi kan jadi gak memenuhi syarat menutup aurat. 

So, apakah kita menutup atau membungkus aurat kita? 






**Lalu kalau masalah setelah berjilbab tapi kelakuan masih kesana-kemari, aku gak berani berkomentar aneh-aneh. Karena aku sadar bahwa kelakuanku juga masih banyak yang gak islami. Tapi kan gak salah jika memulai berjilbab sambil memperbaiki akhlak :D

Anyway, ini dia penampakan timphan :D






Pukul 12.04 malam, dan aku tiba-tiba merasa rindu sekali. Aku rindu diriku, rindu merasakan menjadi aku yang dulu. Aku yang suka menulis cerpen2an tentang apa-apa yang melintas dikepalaku, walaupun selalu mandeg di tengah jalan.

Aku yang dulu yang akan merapalkan ayat-ayat kitab suci selepas shalat, walaupun hanya 1-2 lembar. Bahkan terkadang kusempatkan membaca tafsir.

Aku yang akan memasak bersama umiku, atau hanya membantu mengaduk gula ke dalam seteko teh.

Aku yang akan menghubungi teman-temanku kapan saja. Sekarang aku hanya akan diam saja bahkan jika punya bertumpuk-tumpuk masalah.

Ntahlah, seperti ada yang salah dengan diriku yang sekarang. Kalau urusan berbeda, pastilah ada yang berbeda. Umurku makin banyak, sudah masuk hitungan duapuluhan. Dan aku berharap aku semakin dewasa, mulai bisa memilah hal yang baik. Walaupun ada saja hal yang belum bisa kutinggalkan, bahkan sering kali aku memulai sesuatu yang kutau tak baik, tapi belum bisa kuhindari. Tentu saja ada yang salah..tentu. Tapi aku seperti tak mau mengakuinya. Seperti ingin membuat pembenaran.





National Central University, 3 Maret 2014
G14, 349.
Zhongli, Taiwan.

Alkisah, terdapatlah 2 anak kecil  (usia berkisar 10 tahunan) yang satu secara fisik memang imut dan satu lagi berpostur sesuai usianya. Tapi semisal anak-anak SD jaman sekarang, mereka udah megang yang namanya hape elus alias hape touch screen, dan punya FB, twitter, instagram dan entah sosmed apa lagi. Dua orang anak Banda Aceh yang belajar di kelas yang sama ini sedang makan bakso di kantin sekolah sambil becakap-cakap.

"Eh Dahlia, kee[1] tau gak apa itu kecewa?" sambil asik men-tap hape touch screennya.

"Eh apha lhaghi ithu Kak Rhisthi?" jawab si Dahlia kesulitan, mulutnya asik mengunyah, pipinya saja sudah keliahtan menggelembung sangking penuhnya.

"Aku sebenanrnya pas lagi browsing, ketemu blog sapa gituu, tentang kecewa kek tu lah isinya. Gak ngerti juga aku, tapi penasaran. Kee mau baca? ato kita baca separagraf seorang kek waktu guru bahasa indonesia kita suruh kita baca berantai di kelas kek mana?" panjang penjelasan si Kak Risti (yang entah kenapa dipanggil Kak, padahal sekelas aja pun)

"Oke..pedes kali kak bakso aku! banyak kali tetarok[2] cabe tadi!!" kepedasan dan keringat mulai bikin Dahlia garuk-garuk kepala.

"Aku yang mulai paragraf pertama ya..ehem"


Kalian tau apa itu kecewa? Aku pun sebenarnya agak kabur tentang pengertian kecewa. Hanya saja bila aku sepertinya mulai merasa kecewa, sesuatu di dalam sini (kurasa sesuatu itu terlindung di balik rusuk) seperti berdenyut pelan.


"Udah, sekarang giliran kee"

"Eh iya kak, tapi aku mau nanya dulu boleh?"

"Mmm..nanya apa kee? kujelasin nanti" wajah Risti terlihat meyakinkan.

"Itu kak, maksud kabur itu, lari dari rumah ya? aneh kali kok. Teros sesuatu yg berdenyut yang dibilang disitu apa maksudnya? jantung? kan emang bedenyut dia, kalo gak matilah kita, sakit jantung namanya itu kak."

"Mmmm..banyak kali nanya kok kee. Nanti di kelas aku jawab e. Sekarang baca dulu lanjutannya" pudar keyakinan Risti, rupanya dia gak ngerti juga.


Lalu aku mulai meraba dan mencoba memastikan, apa aku benar-benar kecewa?
Seperti siang ini saat aku dan dia berbincang masalah masa depan, percakapan kami terus mengalir, sampai aku menanyakan hal yang aku tekankan jauh-jauh hari, bahwa aku memberi deadline untuk urusan yang satu ini. Dan seperti kusangka, ternyata saat dia memberikan jawaban, sesuatu di balik rusuk itu kembali berdenyut sangat perlahan, tapi terasa.


"Udah kak..mm, aku boleh nanya lagi?"

"Alah, nanti ajalah ya..belom abes kita baca ni" Risti buru-buru menjawab. Mati aku, susah kali pertanyaan si Dahlia ini, fiiuh.



Dan aku mulai sadar, bahwa kadang manusia terlalu cepat merasa kecewa, bahkan sebelum sesuatu terjadi. Kadang jika tak bisa menjawab ujian aku akan kecewa, padahal salahku karena tak belajar giat. Atau saat bos memberiku banyak sekali kerjaan di kantor, aku kecewa kenapa teman-temanku yang lain tak mendapat kerjaan sebanyak punyaku. Padahal aku akan senang nantinya dengan bonus yang kudapatkan. Lalu bila saat ini teman-temanku sudah menikah dan punya anak, sedangkan aku belum, aku kecewa tentu saja. Tapi pada siapa? Tuhan? Padahal aku sendiri belum tau rencana indah apa yang telah Dia siapkan untukku. Maka kuputuskan memenggal kekecewaan, karena Dia-lah Sang Creator sejati, kutunggu saja bagian cerita mana yang akan kumainkan selanjutnya.



teng..teng..teng..tiba-tiba bel tanda jam istirahat habis berbunyi.


"Eh dah habes waktu keluar maen-maen kita. Yoklah balek ke kelas. Dah habis pun bacaan tadi tu"

"Iya kak, eh tapi baksonya belom abes ni, gara-gara kakak suruh baca kecewa-kecewa itu. Gak ngerti aku ntah hapa dibilang.." jawab Dahlia sambil bersungut-sungut, lalu lari menuju gerobak bakso.

"Pak, baksonya boleh disimpan? nanti pas keluar maen-maen kedua saya balek lagi?" Dahlia nanya ke penjual bakso.

"Aduuh dek gak bisa, maaf yaaa"

"Yaudah lah Pak kalo kek gitu..yok Kak Risti kita masuk kelas" jawab Dahlia lunglai.

"Eh dek-dek, bayar duluuuu!"


 (sumber foto : http://www.jelajahunik.us/2011/10/ponsel-tak-lagi-monopoli-orang-dewasa.html)


-NB-

[1] kee = kamu
[2] tetarok = tidak sengaja menaruh ( put something, susah pulak nerjemahin dlm bhs indo yg EYD)

Saya mau ngucapin kepada anak-anak yang memang masih anak-anak, jaganlah kalian terlalu cepat dewasa yaa. Nanti efeknya bisa kek diatas tu, udah bayar bakso semangkok tapi gak sempat makan sampe habis, gara-gara kepo sama hal-hal yang belom waktunya untuk kalian tau. Mahaha.

Dan untuk yang udah dewasa, kalo gak ada kecewa pasti kita gak akan tau gimana rasanyanya gak kecewa itu :D, hahaha. (udah pada tau pasti yaa..haha)

Pernah nangis karena urusan sepele yg tingkatannya itu sepele sesepele-pelenya? hahaha.


Jadi kan tiba-tiba saya jadi teringat insiden rol plastik itu waktu baca blog temen yang mensyen rol plastik di dalamnya (bukan mensyen di fesbuk tapi ya). Yok lah kita flash back sebentar ke tahun 20**, biarlah saya tulis dalam format berbintang biar umur saya gak kesebar di dunia maya. 

Waktu itu saya masih duduk di kelas 3 SMA, dan seperti biasa kalau guru gak masuk kelas maka anak-anak sekelas (terutama saya yang paling girang) akan bersuka ria, bersuka cita dan bikin party sambilan menabuh genderang perang, eh gak ding, maksudnyah kita akan nabuh meja sebagai gantinya gendang dan nyanyi dengan suara serak banjir dan kemampuan mengenal nada yg minus banyak. 

Sedang asiknya kita nyanyi dan dengan teganya gak peduli sama kelas sebelah,huahahahhaha, ada satu cowok yg paling pinter di kelas dekatin meja saya

"Eh Ruzen, pinjem rol lah" cowok ganteng plus pinter dan pinter ceramah tapi pacarnya dimana-mana itu (mahahaha, kok jadi membuka rahasia dia ya, mudah2an dia gak baca)  

"Iya ambil aja di kotak pensil aku" jawab saya cuek, lanjut nyanyi2 gak jelas.

Tiba-tiba, hidung saya menangkap bau aneh dari deretan belakang, which is deretan duduk para cowok, dari yang pinter dan ganteng sampe yang ganteng tapi malas mandi, semua ngumpul disitu. Karena jiwa detektif saya lagi membara, saya dengan sok taunya melongok ke deretan belakang. Lalu saya terpaku, bengong dan tenggorokan tercekat (bayangin dulu baru lanjut baca)..dengan bersusah payah akhirnya 

"A..ap...apa yang kalian lakukan?" kira-kira kek gitu lah kalo dialognya masuk ke sinetron. Para kumpulan cowok itu menoleh perlahan, sebagian tercekat dan tak mampu berkata, sebagian terlihat nyembuiin sesuatu.

"Heh apa itu? cak [1] kasih nampak [2] sama aku!!" udah mau nangis aja saya melihat rol plastik saya mengalami penghakiman massa. Masak rol plastik saya yang udah jelek itu dibakar sama gerombolan cowok-cowok itu, didalangi sama cowok ganteng yang tadi minta pinjem rol. Ih party beneran mereka ini!! gak ada daging untuk dibakar rol pun jadi -_-'.

Dan ntah saya kesambet sinetron atau drama korea yang sering banget saya tonton waktu jaman itu, saya keluar kelas buru-buru, lari ke arah toilet sambil nangis sesegukan disana (tempatnya gak elit yak, toilet,haha). Eh tapi gak ada yg ngejar saya ding, emanglah drama korea itu too good too be true.


Dan balik dari toilet dengan mata yang masih merah dikit, satu cowok dari segerombolan cowok-cowok yang barberque-an pake rol saya, menghampiri. Lalu nanyain saya marah apa enggak dan minta maap dengan nada yang nyesal banget. Cowok ganteng pinter ceramah yang pinjem rol tadi itu malahan cuma senyum aja -_-, tumbok [3] sekali mau??. Jiwa kepremanan yang selama ini saya tutupi hampir terkuak (halah!) 

Besoknya cowok yang minta maap itu ngasih saya rol baru masih sambil minta maap, dan saya malahan jadi malu sendiri..rol aja kok ditangisin sih, Ruzen?



-R.I.P Rol Plastik-

[1] cak = coba
[2] nampak = memperlihatkan
[3] tumbok = tonjok

Suddenly, my Acehnese friend had an idea about making video to recall the memory about the tsunami that struck Aceh 9 years ago, for those who lost their mother, father, husband, wife, baby, friends, home, and even their living. Tita, Reza and I that were there when tsunami took all we had, yeah we are Acehnese, were strongly agree.

We have so many talented Indonesian friends in making such a creative thing. So that we sat together and discussed how we will arrange the story plot to deliver our messages and hopes to those who still in such a deep sadness caused by tsunami.

So, here we present u the video :D






And here are the people that put all the effort to create that awesome video..u guys are rock!!!


Our pro-cameraman: Eldhy













Our pro-Director: Irma















Actors and actress (haha, feel like almost be), left to right:  Irma,Tita, Ruzen, Indra Wal, Ayu, Wela, Frizky, Nanda, Ari, Reza, Sari, Irene, Dana, and Firman.




















Thanks for everybody who want to stop by, and watch it :)

Sometimes, just thinking about it make something inside me beats a lil bit faster than usual. As today the temperature goes down and reaches 12 degree, just think and see it make me feel warmer :D. Even though it looks so untidy, mess up and not so clean at all. I still like the way I feel toward it.

But, sometimes I'm just afraid to think about it and say that I like it so much, afraid of loosing the feeling because I express it so often. Almost all the time I cannot stand to just express it, then guilt approaches me at the end. Always. Then I start to think, maybe it's better for me to keep the feeling inside, save it, and use it when I really need it.

While I'm typing this short 'mess up' English writing about it, something inside me become warmer and warmer :D



Hari-hari mulai merayap lebih lambat, membuat matahari malas-malasan. Malas terbit terlalu awal dan malas singgah terlalu lama. Maka sebentar saja, maghrib berikutnya akan segera tiba.

Tapi ada benda lain yang mulai merayap di dalam tubuhku. Merayapi hidung, tengorokan dan telinga. Membuat jari ku yang sudah lentik dari lahir dulu, meraih berbagai benda yang bisa membuang ia jauh jauh dari kehidupanku. Hey! udara sudah mulai tak bersahabat, bisakah kau datang lain waktu saja?! tanyaku sekaligus memerintah. Betapa aku seharusnya heran, karena selama seminggu sampai dua minggu ini aku mencoba makan teratur sesuai sarannya oom Deddy, dan panutan hidup teratur ala temannya temanku, tapi tetap saja ia tak segan dan tak tahu malu menyusup dan merayap.

Dan kurasa jika kalian mendengar suaraku menjadi lebih merdu sedikit maka pahamlah kalian apa maksudku. Aku pun tak keberatan mendapatkan anugrah suara sedikit lebih merdu dari suaraku yang memang sudah merdu ini.

Maka aku berdoa semoga ia segera pergi jauh dan tak kembali, setidaknya hingga setahun mendatang. Dan kuharap jika kalian tidak mendengar kemerduan suraku hingga setahun mendatang, jangan lah terlalu sedih ya?




**tugas dan flu bisa menjadi kolaborasi yang apik di musim ini, selamat bagi yang sedang flu ya! (jabat tangan)

Semacam ingin membenamkan headset dalam2 dan memutar lagu antah berantah dengan volume maksimum. Malas mendengar bunyi ringtone, ataupun ingin pura2 tak mendengar saja bebunyian hairdrayer yg luar biasa berisik itu.

Bahkan kalaupun lagu antah berantah itu habis, tetap saja headset terbenam kuat2 dan dalam. Malas mendengar ringtone, tapi mata malah sibuk melirik lampu notifikasi, berharap sesuatu tersasar, even karena ada yg salah kirim pesan atau salah pencet nomor bahkan notif alarm yg salah jadwal.

Maunya mematikan alat komunikasi genggam itu dan alat2 elektronik lain. Tapi bagaimanalah, sudah sangat biasa dbangunkan alarm. Juga sudah sangat normal jika ada yg terancam nilai akademiknya jika sehari saja tak menekan tombol check mail.

Semacam bosan dgn rutinitas, tapi apalah, seharusnya bisa melakukan sesuatu lebih tapi malah memilih sesuatu yg ramai dlakukan orang2...tak berkesan, monoton, maka tertegun-tegun lah di dpn layar bersama berlapis2 tab dunia maya dgn jari tengah,jempol dan manis mengetik hal yg aneh2.

Kalau begitu,
Selamat malam.

"I'm a moslem too" he said. it was a big surprise for me. I said happily, "I'm very glad to find a moslem in this country". It's like to find oasis in the middle of Sahara. And I think 'Assalamu'alaikum' will be the most beautifull word ever! :)

And another surprise was waiting for me that night. I just started to introduce myself to my new classmates in english (of course! because my zhong wen *mandarin* so poor :D) and somebody replied,

"Nama saya Indra"

Haha, finally I found Indonesian in my class. Thanks Allah. I hope another nice surprise are prepared for me and my friends also.

Jia You!!!!!!


Formosa Island 'G14 320'
Morning Glory


No body is perfect!

Yeah, saya yakin kalimat itu 100% betol. Kecuali Tuhan,gak ada yg sempurna. 

Tapi tetap saja saya suka geleng2 kepala dan ngerapatin gigi kalo jumpa orang yang polosnya minta ampun, dan yang keliahatan suka bikin2, gak jadi diri sendiri gitu.

Oke well, mungkin saya suka sekali menjudge orng lain pada pandangan pertama. Saya sih jarang menilai fisik orang, karena saya sadar betul kalo saya jauh dari sempurna.

Ibaratnya kalo cewek, saya bukan cewek yang cantik,,saya so so.

Kalo ibarat sawo, saya ini sawo kematangan.

Kalo ibarat prestasi, saya rasa sampe saat ini saya selalu dilimpahi nikmat dan berkah sama Allah, dengan kata lain saya merasa hidup saya penuh keberuntungan.

Saya just ordinary girl, not special one (gak pake telor).


Tapi saya suka dan salut sekali sama orang yang berani nunjukin siapa dia, gak malu2 sama omongan nyablaknya. Gak malu minta maaf kalo emang salah. Kalo emang bocor, yang gak usah sok2 jaim...mati gaya kalo ketangkap basah pas lagi bocor2nya.


Meskipun saya cuek dan kurang peka..tapi kadang alarm hati saya korslet, jadi adalah sesekali saya merasa gak enak kalo bikin salah ke orang lain. Jadi kalo orng yang bocor plus cuek kayak saya bisa korslet sesekali, kenapa mereka yang keliatannya sangat baik hati dan lemah lembut itu kadang seenak hati ngasih tau sesuatu dengan cara yang baik banget ditambah senyum manis dan kesopanan tingkat tinggi tapi saya berasa dipanah diam2 dari belakang deh.

Mungkin juga saya yang terlalu ambil hati dan emosian..tapi siapa sih yang gak gemes kalo diremehin. Misalanya nih, sekarang kan saya lagi blajar bahasa asing, terus kalo pengucapan masih salah wajar dong ya, secara gurunya aja maklum. Eh, si temen yang lemah lembut kayak snow white itu pas dengar saya salah ngomong sikit langsung pasang wajah iba nan keibuan dan senyum cantiiiik banget plus nepuk2 bahu saya (msh dgn wjah iba) mengkoreksi ucapan saya. Sebenarnya tindakannya ngoreksi ucapan saya adalah akhlak terpuji, tenggang rasa dan seluruh sifat PPKN lainnya. Tapi sayangnya menurut saya dia gak punya manner saat ngucapin itu. Plis ya bro, wajahnya itu biasa aja, gak usah pake iba2 segala.   

Saya gak bakalan mati karena salah ngucap.


Okelah, berhubung udah jam 12 malam, dan daripada orang di dekat saya ikutan emosi karena bunyi tik..tok..tik..tok keyboard saya, dan saya diusir dari kamar ----maklum lagi numpang ngenet dkamar orang---- dan saya jadi galau and showeran malam2, besok masuk angin, terus gak les, terus ongkang2 kaki dkamar hotel, terus makan2, terus tidur, terus santaiiii,hahaha. 

Baiklah, daripada yang baca (kalo ada) ikutan emosi juga..saya akhiri saja.


Malam, selamat tidur, jangan lupa baca doa!
Zhongli, Aug 31, 2012 (Mid night)

Ni Hao Blog! maap yak udah lama gak saweu2 (ngunjungin *bhs.aceh). Secara belom punya laptop kmren itu, android pun sering kali force close -____-'' (ngelees!)


Ini kali pertama saya lebaran di negeri orang, gak sama2 keluarga. Terasa berbeda memang, tapi bagi saya inilah pengalaman yang berhaga, momen yg bisa didapat siapa aja kalo mau n berani keluar dr zona nyaman.

Sebagian besar penyebab saya bisa lebaran disini ya obsesi umi saya yang pingin anak2 nya gak belajar dsitu2 aja, belajar sekaligus jalan2 ke manaaa gitu, baca disini lebih lengkapnya. Sebagian besar nya lagi ya karena ketularan teman-teman saya yang semangat na'uzubillah pingin S2. Malahan ada anak angkatan 2007 yang cumlaude langsung daftar beasiswa, sedangkan saya pribadi udah mumet n mual2 ingat proses bikin skripsi dan berasa pingin hibernasi di pojokan kamar, tapi apalah daya umi saya baca koran yang ada pengumuman beasiswanya and here I am....

TAIWAN, negeri Formosa *ntar dcari dulu artinnya di mbah google*


Pokoknya tempat yang gk pernah saya bayangin deh. Pernah sih waktu masih ingusan dulu cita2 mau kuliah diluar, minimal luar aceh, maksimal luar negeri. Hahaha, ternyata kesampaian, syukur alhamdulillah. Pinginnya sih benua Eropa, rejeki saya disini kali yak..mana tau nanti kesesat ke Korea *amiiiin*




Tu dia foto2 lebaran di Zhongli City - Taipei, Taiwan.

Foto2 di mesjid zhongli msh dhp, lupa dimove on kan *ini bahasa cinta2an banget ya :D*
Ya, sementara yang bisa di apload foto menuju Taipei 101 aja..haha.

Yang jelas lebaran disini gak ada yg namanya lontong, timphan (maknan khas aceh), n segala macam atribut lebaran gratis. Yang ada juga makan lontongnya di warung indo, seharga hampir 30 ribu rupiah -_-, tekor anak muda. Untungnya saya bukan penggila lontong, tapi saya ngidam banget makan timphan, huaaa, berasa ibu hamil dah.

Berhubung lama2 kok isi postingan ini random serandom-randomnya..jadi saya padai aja lah.
Mudah2an saya mulai rajin nge-post lagi, seklian ngasah tulisan biar makin tajam setajam silet *jadi rindu veny rose yang bawa acara Silet, dkarenakan channel dsini mandarin semua T_T*


881!!!

Saya itu orang yg gak peka.
Saya tau kalo temen2 ato keluarga lagi gak pas moodnya, tapi saya sering mencoba gak peduli. Saya bukan orang yang gampang ngucapin 'sayang' sama ortu ato sahabat. Saya merasa bukan saya banget kalo ngespresiin rasa suka saya pake kata2. Untuk saya, perasaan itu akan keliatan lewat tindakan. Kalo saya badmood, temen2 bisa langsung nebak dari gerak-gerik saya. Tepatnya, saya suka memperlakukan orang lain kayak saya perlakuin diri saya sendiri.

Karena saya selalu mencoba untuk gak lama2 nikmatin perasaan2 negatif yang mampir kalo otak lagi keriting2nya. Jadi kalo ada temen saya yang ngambekannya kayak jadwal minum obat, ya saya akan bodo amat. Saya biarin aja dia baikan dengan sendirinya palingan saya bujuk 1-2 x, selebihnya ya terserah dia kecuali kalo dia ngambek  karena salah saya. Saya pasti bakalan minta maaf.

Terus ni, kalo ada temen ato orang rumah yang sakit, saya mungkin yg terakhir ato malah org yg gak pernah bilang "kok bisa sakit?","gimana udah mendingan?","gimana kedaan kamu?" dan kata2 yang nunjukin perhatian lainnya. Jujur, saya malu banget kalo harus nanya2 gitu, it's just not me at all.
Apa saya bakalan diam aja?gk juga sih. Yang bakalan saya lakuin adalah;

- Nanyain, "Mau dibeliin apa?". Tanpa nyinggung2 ttg sakit.
- Beres2 rumah tanpa diminta n masak apa yg saya bisa.
- Ato ngajakin becanda yg sakit.

Egois?gak peka??iya kali ya..haha,gak tau deh. Pingin sih jadi org yang perhatian banget sama sekitar dan dengan gampang bilang lewat kata2. But again, i dont really feel comfort to do those things :D

Yeah,we're waiting for our future.

Yeah,nunggu itu ngebosenin

Kadang2 juga bikin deg2an.


Byk yg bilang aku terlalu aktif ngomong.

Yeah,itu bener.

Talkactive gak salah kan yak?

Daripada hrus pura2 jaim.

This is me..that's all.


Haha,sorry ya blog..postingan x ini random banget. Setelah lama banget bikin blog ini lumutan n licin (hati2 jatoh ya bagi pembaca yg kesesat disini) *nampaknya perlu dipakein porstex deh.


Oke sekian dulu deh ya. Mudah2an mkin sering posting stlh py blogger droid ini, smbilan latihan nulis n skligus curcol :D.


Salam olahraga!!!


Published with Blogger-droid v2.0.4

I hope the stuff I prepare tonight is worthy enough. *demi segenggam asa.


Saatnya tarek selimut *night all,sleep well


Pernah jadi korban obsesi orang tua?

.....
Mana suaranyaa???*teriak kencang lewat toa mesjid.

Hahaha, yakin banyak deh diantara kita yg jadi korban. Saya juga sedang ngerasaain sekarang, haha *senyum miris. Tertekan banget, tp kapan sih kesempatan datang dua kali *mikir.

Tapi setelah dua mingguan ini jalanin pelatihan --- salah satu syarat jd calon penerima uang negara (bc : beasiswa ) ---- kok yang awalnya males banget ingat2 S2, jadi py motivasi dr temen2 sekelas yang ngebet banget lanjutin studi. Malahan jadi rada2 terobsesi gitu.

Yaudin, dijalanin aja deh. Dari terpaksa jadi obsesi,haha.





"Kebutuhan selalu diawali oleh keterpaksaan yang menjelma menjadi kebiasaan."



Ada banyak sekali yang terjadi di sekeliling saya beberapa bulan belakangan. Hanya saja bayak juga kemalasan disekitar saya. Beginilah…ingin menulis tapi harus mengaduk-aduk endapan cerita di dasar otak dulu.

Time Paper

Saya mulai dari menceritakan benda ini saja dulu.

Pernah nonton film You Again? Nah di film ini ada satu adegan dimana pemeran utamanya membongkar time capsul yang ditanam di halaman depan sekolahnya. Menggunakannya untuk balas dendam sama seorang cewe yang bakal jadi kk iparnya yg kebetulan dulu suka nge-bully si tokoh utama ini.

Cerita saya gak ada kemiripan sama kisah film You again itu. Tapi saya punya sesuatu yang hampir sama dengan time capsul, yaitu time paper. Kalau di film sering diceritakan kalau time capsul sering digunakan untuk menyimpan benda2 masa lalu kita. Lalu ada waktu dimana kita akan membuka kapsul itu bersama2 dgn teman sekolah kita dulu. Biasanya puluhan tahun kemudian.

Nah, kertas waktu saya ini menyimpan hal-hal yang ingin saya capai. Ini sih bukan ide saya. Berkat diadakannya pengajian kampus di awal kuliah saya punya kertas persegi kecil berisi mimpi2 saya. Tiba2 aja pas lagi ngebersihin rumah, saya nemu ini kertas di ruang tipi, pdhal kan kamar saya di atas. Selembar kertas yang besarnya gk semana itu.

Sekitar tahun 2007 saya menuliskan obsesi2 saya di time paper itu. Ada sekitar 8 the most wanted things. Alhamdulillah 5 dari 8 hal tsb udah terwujud.

1. Yang pertama, lulus kuliah sebelum 5 thn. Syukur Alhamdulillah saya namatin itu kuliah di 4 thn 6 bulan dgn IPK memuaskan 3,17 (year 2011). Ini bukan krn otak saya brilian, tp terlebih krn saya n anak2 06 pada gak tahan lagi di neraka ilmu ini (huahahaha! Lebay). Mata kuliahnya bisa menyebabkan kebotakan ide dan tenaga. Dan rahasia kita ber-13 lulus di 4,5 thn lebih dikit itu adalah kita gak bakalan mau ngulang nilai C, kecuali kita terancam DO. Dan nilai D jg kita anggap sahabat aja klo belum ngelewatin 7 sks. Hehe.

2. The second one is, Working. Alhamdulillah setelah lulus kuliah beberapa bulan dan hibernasi dirumah aja (bals dendam tidur yang hilang slama bikin skripsi). Walupun yang ngajakin kerja paman sendiri gak papa deh. Yang penting udah gak minta jajan ke ortu lagi :D

3. Hape baru…ini di tahun 2009 udah terwujud sih, Alhamdulillah pake tabungan sendiri (ditambahin nyokap sih dikiit,hehe)

4. Bisa bawa kendaraan sendiri. Sebenarnya udah lama banget bisa bawa motor, tapi cuma py nyali buat keliling komplek rumah doang. Jadi kemana2 kudu ada yg nganterin, klo gak si adek yang jadi tukang ojek, nyokap juga bisa jd korban tak langsung (nyokap iba gitu liat wajah memelas saya). Pas lagi skripsi saya parno banget, pdhal butuh banget cepat nyampe kampus buat konsul sama pembimbing yang jadwal terbangnya tinggi itu, jadilah anak2 yang sepembimbing jd korban (maksih ya Raihan Fitrin n Nova Miladyarti atas tumpangannya :D ). Saya kepikiran macem2 aja klo bawa motor ke jalan raya, takutnya kecelakaan, patah kaki, patah tangan n kejang2 otot, trus skripsi sya gak siap2, trus jadi Lettu (Leting Tua)..huaaa, pokoknya pikiran buruk bikin saya gak berani deh. Jadi stelah skripsi kelar, langsung ke poltabes, bikin SIM n cabut kemana aja pake motor…Aseeek!

5. Nabung. Saya udah lama nabung, tapi paling banter setahun terkumpul 800-an ribu. Berhubung lagi masa kerja nih, jd saya bisa nabung skitar 1jt-an per bulan..hehe, Alhamdulillah :D

Selamat malem wahai blog..*moga kamu gak ngambek saya tinggal lamaaaaaaaaaaaaa banget (maklum penyakit mlas dan buntu ide lg kambuh)



Lamaran

Anaknya keponakan ayah saya yang dengan bandelnya saya anggap sepupu, tadi malam setelah isya dilamar abangnya temen SMA saya (ribet bener yak hubungan sodara saya). Si kakak sepupu yang makek setelan ijo nampak merah pipinya, kayak bersemu2 gitu waktu diminta untuk ke tempat calon suami.

Di umur2 23-an kayak saya ini, acra ginian bisa menganggu eksistensi saya. Lha wong setiap ada acra yang berhubungan sama pernikahan gini, emak2 temennya emak saya yg kebetulan aja jmp jadi sok2 nanya kuliah, eh lama2 merembes ke pertanyaan macam ini :

"kapan nyusul?" (harus pakek baju wedding proof kyknya bsk2).
"Udah ada calon?"
"Aduh,,manis x dia. Sebentar lagi bakalan nyusul juga kan?"

Jurus pamungkas saya sih cuma pamerin gigi kurang putih saya sampe kering yg ngefek bibir susyeh mingkem. Saya sih mau aja nikah, ya tapi ituuu..calonnya belon dateng. *doain ya :P (dibantu ya..dibantu ya..prok2)


Extrovert

Saya baru tau juga arti tu kata dari sepupu Anaknya keponakan ayah saya yang dengan bandelnya saya anggap sepupu di malam lamaran ini juga...Kita berdua seumuran, udah lama kenal, temen sekolahan, tapi baru kali ini cerita panjang lebar gak berhenti2 selama prosesi lamaran. Cerita kita berdua ini kalo difilmin udah ada 1286 episode..ato kalo dibukuin ada sekitar 510 halaman plus sepasang cover dpn-blakang kali ya.

Eh, ternyata kita setipe..extrovert alias terbukaaaaaaaaaaaaa bangeet. Cucok deh kita ngobrol ngalur ngidul kayak jalur pantura H-1 tahun mudik. Kita tatapan seolah ngerti banget 1 sama lain, ngernyit2in muka kalo masuk bagian miris, pasang air muka sedih kalo masuk episode melow..please, jgn bayangin kyk 2 banci lagi curcol ya, kita cewek tulen yg lagi seneng2nya cerita krn tanpa disengaja kita sama2 extrovert. Oh, indahnya jmp temen yg nyambung,haha.



Ketulangan

Menu malam lamarn ini salah satunya bandeng bakar..kesukaan saya tuh *sya jejeritan dlem ati, pingin nyulik tu ikan n dbwa plg krmh*.

Disini cerita kita berdua iklan dulu, ambil makanan, duduk manis, liat2an, cerita lagi deh (jgn ditiru ya, mana boleh mkan sambil ngomong). Pas sy lagi semangat sesemangat para peserta panjat pinang 17 agustusan (halah!) cerita, sambil masukin suapan nasi plus ikan bandeng bakar, saya ngerasa sesuatu menghujam deretan geraham atas kanan. Adoooow!. Raba2 pake lidah, ternyata si tulang nyempil diantara 2 geraham. Pngin nyabut tp gengsi. Eh, alhasil mash ketulangan sampe sekarang.




*ternyata ketulangan gk selalu melanda gusi n kumpulan danging dlm mulut..gigi bisa jd korban! Waspadalah!
*makan jgn bersuara ya..(inget nyanyi anak wkt jaman saya TK dulu)




#Buat kak Nia..Alhamdulillah yaaah =)
#Asma...kpn2 kita sambung yak :D (dlu tak kira drimu introvert lho,hehe)









Beberapa hari yang lalu, saya sempat sebel banget sama bos 1..hehe. Ada 2 bos di ruangan saya ini, bos 1 dan bos 2.

Nah, si bos 1 pernah nyuruh saya ngerjain sesuatu yang belom pernah diajarin ke saya sebelumnya. Pagi itu dia emang ngajarin saya tapi buru2. Dan harus siap (dia gak blg sih kpan dealinenya), katanya ini penting banget. Beban dong, disuruh ngerjain yang penting dan dalm situasi terburu2. Sampe sore tu kerjaan gak kelar juga, saya yang mikirinnya aja udah stress gmn lagi ngerjainnya. Rasanya saya pingin tereak2, guling2 sambil mukul kentongan *woyy! loe marah ato mu ngeronda!*, segitu stressnya lah saya sore itu. Pingin juga teriak sambil mewek n dengan gaya manja, ke si bos 1, "Boooos! saya gak bisa diburu kek gini. Kapan2 aja ya booos.." *minta digampar sama si bos 1*



Well, tapi hari ini saya udah seneng lagi,,mood saya kembali bagus, semangat saya membara n berkobar kayak api unggun.

Sebelum pulang bos 1 bilang gini,
"Ruzana, kalo mau pakek modem ambil aja di atas meja ya"

Yipppi! makasih boos :D

"Kk kenapa?" tanya seseorang sama saya.

"What???apa dia gak nyadar barusan saya nabrak kap belakangnya??" dalam ati doang tapi. Kenyataannya saya speechless, gak tau gmn cara ngasih jawaban yang sesuai.


Oke,seperti yg saya ceritain diprofil, saya baru bisa bawa motor. Dan 4 hari lalu saya baru dapat kerjaan yang tempatnya lumayan jauh dari rumah saya. Mungkin sekitar + 7 km. Dan tau2 waktu istirahat siang tadi pas saya ngajak maksi (makan siang) bareng temen yang kerjanya + 5 km dari kantor, saya nabrak atau mungkin 'hampir' nabrak kap belakang motor orang (rada gak ingat jg, suka amnesia sesaat menjelang kejadian naas,hehe).

Dan ternyata yang jatoh itu saya, si adek cewek itu malah gak ngerasa jd korban tabrakan oleh pembalap amatir 50km/jam kayak saya. Udah jatoh ketimpa motor pula, nasib2. kelingking kanan dan lutut kiri agak biru n bengkak. Alhamdulillah ada tukang parkir yang sigap, langsung ngangkat kuda besi biru saya. Kalo gak kan berabe, bisa patah2 tulang saya ngangkatin tu motor (penyakit lebay mulai kumat), berhubung saya kurus dan tinggi gak seberapa mana,haha.

Jadi keingat kata temen2 saya, "Gak sah naik motor kalo belom jatoh"..
Berarti saya udah sah dong ya??? :D



Oke deh, sekian postingan hari ini. Mu lanjut kerja lagi ni, pegawai yang rajin ya saya?
baru nabrak beberapa jam lalu tapi udah ngantor aja,hehe.



19 Mei '11, 15.40

Diberdayakan oleh Blogger.

Yang Punya...

Foto saya
A wife and insya Allah a future mother :D. Small figure, suka jalan2 ke alam terbuka, tp jg suka mendekam drumah dgn setumpuk film n buku. Kadang kalo lagi kumat juga suka berbuat hal2 gila bareng anak2 dodol :D. Oia, saya juga suka banget sama suami saya *eh, itu mah harus yak :p Ex.mahasiswi Mipa Matematika, yg sedang awut-awutan menimba ilmu lagi di negeri formosa, berasa salah jurusan (wktu S1 merasa gini juga sih) tapi ya wes dilanjutkan aja, sejak kapan sih punya ilmu itu ngerugiin :D a life, sky, photography and Pepnosaurus lover ^_^

Followers