Tampilkan postingan dengan label Serius. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Serius. Tampilkan semua postingan

Suddenly, my Acehnese friend had an idea about making video to recall the memory about the tsunami that struck Aceh 9 years ago, for those who lost their mother, father, husband, wife, baby, friends, home, and even their living. Tita, Reza and I that were there when tsunami took all we had, yeah we are Acehnese, were strongly agree.

We have so many talented Indonesian friends in making such a creative thing. So that we sat together and discussed how we will arrange the story plot to deliver our messages and hopes to those who still in such a deep sadness caused by tsunami.

So, here we present u the video :D






And here are the people that put all the effort to create that awesome video..u guys are rock!!!


Our pro-cameraman: Eldhy













Our pro-Director: Irma















Actors and actress (haha, feel like almost be), left to right:  Irma,Tita, Ruzen, Indra Wal, Ayu, Wela, Frizky, Nanda, Ari, Reza, Sari, Irene, Dana, and Firman.




















Thanks for everybody who want to stop by, and watch it :)

2151832,On desk, approaching Maghrib time.


Dear, Anak muda

Inspektur mau ngucapain,
Barakallah, selamat merayakan cinta yaaa (dek ira, pinjam istilahnya yak :D)


Seperti janji Inspektur beberapa minggu yang lalu, bahwa ia akan mencoba menggantikan kehadirannya lewat suara saja. Kemudian malam itu, malam pelepasan masa lajangmu, dia menepati janji itu. Ah, tapi rupanya kau sedang terkapar dalam kuasa si kakak pengukir inai, dengan gaun saja, tanpa polesan dan jilbab yang ribet2 (seperti live report dr kakak BNI kita dan kakak kita yang paling pande masak, Ika and Wafda, respectively). Dan karena itu pula kau tak bisa memegang HP mu sendiri, bahkan memukul nyamuk saja kau tak berdaya,benar2 dlm kuasa si kakak pengukir inai! dan benar2 kehadiran Wafda dan Ika ada gunanya malam itu. Tapi, malam Inspektur rupanya lebih cepat merayap dan jaringan di bukit itu ternyata tak seperti yang ia harapkan, jadi ia mohon diri dr dunia peneleponan lebih cepat dr yang ia rencanakan. Berjanji esok pagi akan disapanya lagi engkau sebelum sesi poles memoles dimulai.


Pagi itu dengan mempertimbangkan waktu, Inspektur dengan mata yang masih berat, mencari namamu di list telepon genggamnya. Beberapa kali ia mencoba, selalu saja kakak operator yang menjawab,

"Ah kenapa di bukit ini jaringan begitu menyebalkan!" rapat sudah gigi Inspektur.

Tapi tentu saja semangat Inspektur untuk berbicara denganmu pagi itu tak pupus. Lalu saat nada sambung terdengar walau terdengar serak, akhirnya Ika berbicara dengan gaya khas kakak BNI. Dan lagi2, kau dalam kuasa seseorang, kali ini si kakak pemoles. Inspektur mendengar suaramu dr kejauhan, menyapanya. Kata Ika, pagi itu kau meronta2 saat si kakak pemoles membubukan maskara di bulu matamu yang tak lebih lentik dr bulu mata Inspektur. Tapi, lagi2 jaringan di bukit ini berulah, memutuskan pembicaraan pagi buta kita, dan setelah mencoba beberapa kali hasilnya nihil, suara life report Ika terdengar serak2 banjir bahkan suara Inspektur pun tak sampai ke seberang sana. Maka dengan putus asa akhirnya Inspektur memutuskan mengirim pesan singkat, hanya 5 layar.

"Haha, baiklah, karena jaringannya ntah gimana2 kan ya, dan nova jg lagi dipretelin. Jadi kami doakan semoga acara pelepasan masa lajang Nova lancar ya, dan juga keluarga Nova diberkahi Allah. Berhubung gak bisa hadir, jadi sekarang ini kami lagi nyoba bayangin giman crowded nya pagi ini disitu, gimana nova meronta2 waktu dimake up, gimana kayaknya Nova rada mau protes kalo mungkin make up nya ketebalan tp apalah daya kan ya sekali seumur hidup, Insya Allah :). Dan sohib2 guwe yang sangat guwe rindukan, tolong di update terus info ttg persiapan sampe walimahan besok beserta foto2 yak. Miss u so much, Girls!! Ps for Nova : I really wish I were there to witness 'ur day', Love ya!"


Bahwa kau selalu menjaga hatimu sampai ikrar ijab-qabul 'ia' lantangkan dengan mantap di dalam rumah Allah hari itu, maka Inspektur pun yakin 'ia' juga telah menjaga hatinya untukmu.

Daaan..akhirul qalam, selamat menempuh bahtera rumah tangga, selamat merayakan cinta, selamat menghadapi apapun itu di dlm keluarga kecil kalian dengan keputusan bersama. Semoga menjadi istri shalehah yang 'ia' idam2kan, semoga menjadi ibu yang mencintai dan dicintai, semoga menjadi tempat 'ia' dan buah hati kalian kelak menemukan hal2 menyenangkan yang tidak akan mereka dapati diluar istana kalian.






**U know, I'll always miss the moment we talk about anything for hours, hope we can still do it latter ya :)

Saya lagi pingin buat tulisan serius nih (menurut saya sih). Di rumah ada sebuah buku yang udah saya beli bertahun2 lalu.Sekitar 2,5 tahun sampe 2 hari lalu cuma nampang aja di rak buku mantan kamar saya (sekarang jadi kamar si adek). Di awal beli saya cuma baca pengantarnya aja, diikutin 2 lembar isinya. Malas. Terlalu serius isinya, menurut saya saat itu.


2 hari lalu saya bener2 dalam kondisi gak baek, mood jelek, semangat nguap, 5L (yang tau iklan obat penambah darah pasti tau kepanjangannya *korban iklan*), ngantuk bangeeet, dan sedang ada sedikit masalah sama harapan yang belum terealisasi.

Ting! Tiba2 saya kepikiran buku tu buku. Langsung ngacir deh ke kamar si adek, ngambilin itu buku. Berdebu, berbintik2 hitam, kotor (berhubung adek saya cowok, ya gitu, kamar jarang dibersihin) , tapi masih terlihat baru.


Dengan semangat banget saya mulai membaca buku ‘The Way to Win’, yang udah hibernate sekian lama. Sangking semangatnya gak terasa udah 50 halaman lebih yang terbaca dalam waktu setengah jam. Bagi saya 50 halaman dlm waktu sesingkat itu cukup luarbiasa untuk ngebaca buku yang bukan fiksi (saya penggila komik, novel dan cerita2 beralur fiksi). Biasanya saya akan ketiduran sebelum sampe 10 halaman.


Dan… dari buku yang baru setengahnya saya lahap, saya langsung kecantol saa sebuah tema di dalamnya: Lahir Untuk Menang.


Dari situ saya baru sadar, kalo ternyata kita emang dari sononya udah ditakdirkan untuk menang. Tuhan udah menjadikan kita pemenang.


Kita ada dalam kandungan ibu kita karena --- maaf — dari sperma ayah yang jumlahnya sangat banyak dan berlomba2 menuju ovum, terdapatlah salah satu, salah dua, salah tiga , salah siapa *eh, lupa lagi nulis yang serius2 :D* yang jadi pemenangnya (1 anak atau kembar).

Taraa! kitalah salah satu pemenang tsb, dan diberi kesempatan untuk nongol ke dunia.


Selanjutnya, waktu kita mau sekolah. Kita juga salah satu pemenang karena lulus ujian masuk, walaupun bukan sekolah yang kita inginkan banget. Tapi disitulah cerita2 kehidupan kita berawal kan? Disitu juga berbagai pengalaman hidup kita peroleh. Take it easy. Kita udah jadi pemenang.


Masuk kuliah juga sama ceritanya. Gak lulus di fakultas favorit dan harapan orang tua? Misalnya FK. Gak masalah. Jalan hidup kita emang gak di FK kali. Tapi kalo emang yakin banget sama pilihan awal, ya coba aja lagi.


Buktinya saya dan beberapa teman yang nyasar masuk FMIPA Matematika Unsyiah (pinginnya sih fakultas seribu umat, FK,hehe) baik2 aja sampe sekarang. Gak ada tanda2 depresi ataupun kejang2. Awalnya banyak dari kami yang ogah2an kuliah, banyak ngomel, ngeluh sama banyaknya jadwal lab yang gak tau waktu dan mengharuskan kami makek mesin ketik (jadul amat yak?) dan seabrek tugas yang bikin emosi tingkat tinggi. Belum lagi MK yang isinya angka semua, pembuktian a x 0 = 0 dan a x 1 = a (gak ada kerjaan banget kan?), program2 yang bikin keriting…berasa jadi orang paling menderita di dunia deh pokoknya.


Setelah dijalani, dan udah makin akrab satu sama lain, mana ada cerita, semua masalah kuliahan kami bawa santai aja. Ngakak sepuasnya di kantin, walaupun pulangnya balik lagi stress, haha.


Dan..rupanya tidak dinyana tidak disangka sebagian besar dari kami lulus di interval 4,5 tahun. Alhamdulillah! Horeee! Tetap jadi pemenang kan?



Nyari pekerjaan, nyari atau nunggu jodoh juga gak jauh beda..rada sulit memang, tapi yakin aja, setiap kita adalah pemenang. Namanya hidup, pasti gak mudah. Ada kerikil, kadang juga jurang yang harus kita lewatin, dan gak jarang juga kan nemuin pemandangan yang ‘WOW!’. Kalo selalu mudah, flat dong hidup ini, gak seru bo’.


Jadi, kalo sesuatu belum sesuai harapan. Jangan patah hati n niat nyemplungin diri ke kali,hehe.

“Sesungguhnya, jalan mencapai puncak itu berat, tetapi tetap bertahan di puncak jauh lebih berat..Barangsiapa yang mengintip pahala karena keikhlasan, niscaya manjadi ringanlah semua tugas yang berat itu.”
(Solikhin Abu Izzuddin, Penulis ‘Zero to Hero’ dan ‘The Way to Win’)

Siap jadi pemenang???

Yok bareng :D

Diberdayakan oleh Blogger.

Yang Punya...

Foto saya
A wife and insya Allah a future mother :D. Small figure, suka jalan2 ke alam terbuka, tp jg suka mendekam drumah dgn setumpuk film n buku. Kadang kalo lagi kumat juga suka berbuat hal2 gila bareng anak2 dodol :D. Oia, saya juga suka banget sama suami saya *eh, itu mah harus yak :p Ex.mahasiswi Mipa Matematika, yg sedang awut-awutan menimba ilmu lagi di negeri formosa, berasa salah jurusan (wktu S1 merasa gini juga sih) tapi ya wes dilanjutkan aja, sejak kapan sih punya ilmu itu ngerugiin :D a life, sky, photography and Pepnosaurus lover ^_^

Followers