Tampilkan postingan dengan label Melt away. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Melt away. Tampilkan semua postingan

Suddenly, my Acehnese friend had an idea about making video to recall the memory about the tsunami that struck Aceh 9 years ago, for those who lost their mother, father, husband, wife, baby, friends, home, and even their living. Tita, Reza and I that were there when tsunami took all we had, yeah we are Acehnese, were strongly agree.

We have so many talented Indonesian friends in making such a creative thing. So that we sat together and discussed how we will arrange the story plot to deliver our messages and hopes to those who still in such a deep sadness caused by tsunami.

So, here we present u the video :D






And here are the people that put all the effort to create that awesome video..u guys are rock!!!


Our pro-cameraman: Eldhy













Our pro-Director: Irma















Actors and actress (haha, feel like almost be), left to right:  Irma,Tita, Ruzen, Indra Wal, Ayu, Wela, Frizky, Nanda, Ari, Reza, Sari, Irene, Dana, and Firman.




















Thanks for everybody who want to stop by, and watch it :)

Sometimes, just thinking about it make something inside me beats a lil bit faster than usual. As today the temperature goes down and reaches 12 degree, just think and see it make me feel warmer :D. Even though it looks so untidy, mess up and not so clean at all. I still like the way I feel toward it.

But, sometimes I'm just afraid to think about it and say that I like it so much, afraid of loosing the feeling because I express it so often. Almost all the time I cannot stand to just express it, then guilt approaches me at the end. Always. Then I start to think, maybe it's better for me to keep the feeling inside, save it, and use it when I really need it.

While I'm typing this short 'mess up' English writing about it, something inside me become warmer and warmer :D



Aku memeluk, memeluk aku pada bentuk

bersentuhan kemudian, aku mulai khayalanku

pada senandung yang kita nadakan

pada mimpi garis birama








PS : Ini bagus kok, kenapa gak coba mulai lagi? :D


Aku seperti kehilangan tikungan pohon cemara di sisi kilauan air yang membentang membelah darussalam..padahal ketika masih membayar 2000 perak untuk ongkos transportasi, aku selalu terhpnotis lengkungan cemara itu, hijau dan indah. Seperti menggambarkan kehidupan  di bawah jembatan tempat transportasi tumpanganku berjalan.

Kini,  aku menunggangi kuda besi biruku. Tetap melaju di jembatan yang sama. Hanya saja tak leluasa lagi memandang lengkungan cemara itu. Hijau dan keindahan itu.
Kapan2 akan kutumpangi lagi transportasi 2000 perak itu..dan kunikmati lengkungan hijaumu.

Malam kemarin saya diizikan Allah untuk melihat tayangan "Kick Andy : Asa Diantara Air Mata" ...Kenapa saya terdengar seperti sangat bersyukur? Lewat tayangan itu saya jdi berpikir bahwa ternyata saya sangat sering tidak bersyukur, bahasa kerennya kufur nikmat.


Saya sering lupa banyak sekali nikmat yang Allah pinjamkan untuk saya(sadar ato gak). Saya bisa saja membela diri, "kan saya manusia. Wajar dong sering lupa", tp gk segampang itu boy! Begitu sepelekah si nikmat sampai saya lupa? nikmat2 itu mungkin terlihat sepele, tp kok sampe tu nikmat gk dipinjamkan Allah sehari saja, bisa berakhir hidup saya man! Contohnya aja, oksigen yg bebas dihirup ini. Oleh siapa aja, dimana aja kapan aja, berapa banyakpun yg butuh silahkan, dan GRATIS!!. Coba bayangin, sedetik aja oksigen ditahan Allah karena manusia gk sanggup bayar pajak menghirupnya (dah dibayangin??hehe), bakalan gelepar2 deh manusia kek ikan yg dikeluarin dari air.

So, kembali ke jalan yg lurus (dr td saya ajak belok2 mulu,,hehe). Balik lagi ke cerita "Kick Andy" yg secara gk langsung ngingatin saya ttg pentingnya bersyukur. Bahasannya ttg para orang tua (khususnya ibu) yg punya anak berkebutuhan khusus. Mulai dr yg umum kayak tunarungu, sampe yg langka seperti tunagrahita, bahkan ada yg tiba2 lumpuh secara perlahan.

Dari semua yg hadir saya paling salut sama seorang ibu yg punya 3 org anak yg *tunagrahita. Si ibu udah berumur lebih dr 60 tahun dan masih harus merawat 3 anak yg sudah mulai berumur juga, mungkin yg paling besar sekitar umur 23. Wanita paruh baya itu sampai harus mengendong anaknya kemana2, mandi, makan, main, dan apapun yg memerlukan movement. Sampai pada saat Andy F. Noya nanya apakah si ibu pernah marah sama Tuhan krn diberikan anak2 yg punya kekurangan.

"Ya ndak lah mas. Kan ini anak pemberian Allah. Gak mungkin saya marah. Saya hanya berdoa semoga saya selalu diberikan kekuatan untuk bisa mengurus anak2 ini" sumpah jawaban polos n jujur ini bikin saya terharu sekaligus iri. Begitu bersyukurnya beliau walau banyak sekali cobaan yg harus ditanggung. Ekonomi yg pas2an dan kondisi anak2nya gk bikin si ibu **kufur.

Satu lagi yg bikin saya tambah salut plus terharu adalah ibu murah senyum itu bilang "Saya berdoa semoga anak2 saya lebih dulu diambil Gusti Allah. Kalo saya yg meninggal duluan, saya takut anak2 ndak ada yg ngurus. Misalpun ada, saya takut mereka ndak mengerti kondisi anak2, jd ndak bisa melakukan tindakan yg seharusnya" hiks, terharu. Penonton aja ada yg nangis kejer, sesegukan, sambil ngucek2 mata, sambil ngucek baju n pukul2 dada juga ada (hehehe, apadeh!)

Oke, kecantikan, kekayaan, pangkat n segalanya yg kita miliki emang udah sepantasnya kita syukuri. Yah, walaupun saya adalah cewek S3 (Simple face, Small figure, n Simple life :D)..Toh Alhamdulillah saya masih punya anggota tubuh yg lengkap, bisa bicara, bisa mendengar, bisa jalan dengan kaki sendiri, punya keluarga, punya orang tua yg masih bersedia membiayai study saya, masih bisa bernapas tanpa alat bantu, punya teman2 yg bisa ngingatin saat saya salah, dan,,dan,,dan,,wah! banyak sekali nikmat2 yg gak tau butuh berapa tahun tuk nulisinnya.

Sekali lagi..Alhamdulillah Ya Allah atas segalanya. :)

Oia, yg belum sempat nonton kemarin malam, bisa nonton siaran ulangnya hari Minggu (24 Okt '10) jam 14.30 ato 15.30 (lupa jamnya,hehe) di Metro TV.



Foot Note :

*Tunagrahita merupakan kata lain dari Retardasi Mental (mental retardation). Tuna berarti merugi.Grahita berarti pikiran. Retardasi Mental (Mental Retardation/Mentally Retarded) berarti terbelakang mental. Tunagrahita sering disepadankan dengan istilah-istilah, sebagai berikut: 1. Lemah fikiran ( feeble-minded); 2. Terbelakang mental (Mentally Retarded); 3. Bodoh atau dungu (Idiot); 4. Pandir (Imbecile); 5. Tolol (moron); 6. Oligofrenia (Oligophrenia); 7. Mampu Didik (Educable); 8. Mampu Latih (Trainable); 9. Ketergantungan penuh (Totally Dependent) atau Butuh Rawat; 10. Mental Subnormal; 11. Defisit Mental; 12. Defisit Kognitif; 13. Cacat Mental; 14. Defisiensi Mental; 15. Gangguan Intelektual.

** kufur = mengingkari, gk bersyukur.





Hidup saya akhir2 ini jadi lebih asik,,kenal sama anak2 dodol teman sekelas n seleting saya ini membuat saya makin berani neko2 (wah! gk bener dong anak2 06 ini?hehe). Gak ding!. Saya jdi makin tau aja gmn arti teman,yg ngumpul bareng lah, gila bareng, makan bareng, terpuruk n down bareng, ngutang pun bareng (Toke pulsa yg paling sering jd korban,haha).

Yah! pokoknya kadang2 bayangin anak 06 yg makin kompak ini bikin saya terharu. Palagi sambil dengerin "Sahabat Sejati" nya So7 :

Sahabat sejatiku, hilangkah dari ingatanmu
Di hari kita saling berbagi
Dengan kotak sejuta mimpi, aku datang menghampirimu
Kuperlihat semua hartaku
Kita s’lalu berpendapat, kita ini yang terhebat
Kesombongan di masa muda yang indah
Aku raja kaupun raja
Aku hitam kaupun hitam
Arti teman lebih dari sekedar materi


Reff.
Pegang pundakku, jangan pernah lepaskan
Bila ku mulai lelah… lelah dan tak bersinar
Remas sayapku, jangan pernah lepaskan
Bila ku ingin terbang… terbang meninggalkanmu
Ku s’lalu membanggakanmu, kaupun s’lalu menyanjungku
Aku dan kamu darah abadi
Demi bermain bersama, kita duakan segalanya
Merdeka kita, kita merdeka

Tak pernah kita pikirkan
Ujung perjalanan ini
Tak usah kita pikirkan
Akhir perjalanan ini



Juga "From this Moment"nya Shania Twain :

From this moment life has begun
From this moment you are the one
Right beside you
is where I belong
From this moment on
From this moment I have been blessed
I live only for your happiness
And for your love
I’d give my last breath
From this moment on
I’d give my hand to you with all my heart
Can’t wait to live my life with you, can’t wait to start
You and I will never be apart
My dreams came true because of you
From this moment
as long as I live
I will love you, I promise you this
There is nothing I wouldn’t give
From this moment on
OH
You’re the reason I believe in love
And you’re the answer to my prayers from up above
All we need is just the two of us
My dreams came true because of you
From this moment as long as I live
I will love you, I promise you this
There is nothing I wouldn’t give
From this moment
I will love you
I will love you
As long as I live
From this moment on
Mmmh
Mmmh
(jd teringat tokoh di one piece gk?)


Keknya From This Moment ni agak gk nyambung, tp saya lgi suka banget ni lagu. Hehe

Apapun lagunya yg penting HIDUP 06! Love u Full! hehe








Hahaha..entah sejak kapan saya mulai jatuh cinta sama pemeran tokoh Arai Sang Pemimpi ini. Yg pasti pas nonton film'a saya lgsng kejatuhan cinta sebesar rumah pak presiden SBY (halah!) terhadap Rendy Ahmad alias Arai, cuman di detik keberapa saya jatuh cinta yg saya gk ingat.


Kalo sama tokoh Arai yg sebenarnya sih (walaupun gk pernah liat wujud'a,hehe) semenjak baca buku Sang Pemimpi n lanjut ke Maryamah Karpov saya udah duluan jatuh cinta. Dari mulai tas cangklong butut, gasing buatan sendiri, suara fals amiiiiin yg bikin Taikong Hamim terplongo-plongo (ada yg gk ngerti bhs saya?. Oke, terplongo-plongo = terbengong2=terheran2=terkejut2=terkaget2,,,dah ngerti?hehehe), nyanyi When I Fallin in Love (lagi2 dgn suara fals n gejrengan gitar yg ampun-ampunan) di depan kamar Nurmala, sampe akhirnya nikah sama Sang pujaan hati -----Zakiah Nurmala------ sepulang dari luar negri. Pokoknya apa aja yg dilakuin sama Arai saya suka banget.

Nah, walau filmnya gak semua sesuai novel aslinya, tp saya tetep suka..ditambah para pemeran tokoh2 yg kecebur------kecemplung,eh berkecimpung mksdnya----- di tu film, kurang lebih cocok sama tokoh yg dideskripsikan di novel, bagi saya kecuali si Ariel (yah! tp bolehlah logat belitungnya). Rendi Ahmad emang betol2 luarbiasa cocok sekali memerankan Arai (lebay!), dengan kulit sawo matang, gigi gingsul, plus lirikan mata n seyum nakal. Oh,,,meleleh deh saya tuk kedua kalinya, karakter asli di novel n film sama2 bikin saya kesemsem. Jd ingat mupengnya Jimbron, Ikal n Arai waktu liat poster film depan kosan mereka, wahahahhaha, ngakak saya liat adegan itu.

Satu lagi adegan yg mantap bin paten adalah waktu Arai begitu sangat luarbiasa unbelivable (mulai lagi lebay nya..huf,hehehe) kesenangan sekali saat Nurmala nganterin kepergiannya ke Jakarta,,,ekspresinya itu yg bikin ketawa sekaligus kagum, soalnya gk kayak lagi akting, bener2 senang gimana gitu.
Okeh, berhubung saya dah pegel n mata bakalan nambah minusnya krn depan kompi terus,,akhir kata, Salam Sang Pemimpi!

"Bermimpilah! Maka Tuhan akan mememluk mimpi-mimpimu"--Arai, Sang Pemimpi ^^



Diberdayakan oleh Blogger.

Yang Punya...

Foto saya
A wife and insya Allah a future mother :D. Small figure, suka jalan2 ke alam terbuka, tp jg suka mendekam drumah dgn setumpuk film n buku. Kadang kalo lagi kumat juga suka berbuat hal2 gila bareng anak2 dodol :D. Oia, saya juga suka banget sama suami saya *eh, itu mah harus yak :p Ex.mahasiswi Mipa Matematika, yg sedang awut-awutan menimba ilmu lagi di negeri formosa, berasa salah jurusan (wktu S1 merasa gini juga sih) tapi ya wes dilanjutkan aja, sejak kapan sih punya ilmu itu ngerugiin :D a life, sky, photography and Pepnosaurus lover ^_^

Followers