Tampilkan postingan dengan label Lagi Sadar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lagi Sadar. Tampilkan semua postingan

Kurasa sudah banyak suara2 sumbang dan cliche yang membicarakan para hijaber alias muslimah yang make hijab a.k.a jilbab (kalo bahasa indo nya). Nah aku juga jadi ikutan tergelitik berkomentar tentang topik yang satu ini.


Sepanjang ingatanku, fenomena jilbab ini pernah marak juga saat aku masih duduk di kelas 4 di MIN 1 (setingkat SD) Banda Aceh. Sebagai anak sekolah dasar yang belom peduli keadaan sekitar, aku tidak terlalu memperhatikan, apakah fenomena ini sampai menjangkiti orang2 dewasa juga.

Yang jelas, anak-anak di kelasku yang notabene muslimah, termasuk aku sendiri, heboh sekali meminta orang tua kami untuk menjahitkan rok panjang dan baju lengan panjang serta jilbab untuk kami pakai ke sekolah. Aku malah memaksa Umiku untuk menyelesaikan rokku hari rabu itu. Aku merengek-rengek.

Pokoknya, besok pagi harus bisa kakak pake, Mi!

Tapi nak, kancing roknya belum selesai

Tapiiiii Miiiiii, kakak udah janji sama kawan-kawan besok pake rok, baju panjang dan jilbab sama-sama.

Yaudah, Umi minta tolong Kak Beti kalo gitu.

Akhirnya Umiku mengalah demi anaknya yang udah ngebet banget mau pake jilbab. Dan benarlah besoknya dengan riang gembira aku melangkah ke sekolah lengkap dengan rok dongker panjang, baju panjang dan jilbab putih baru. Aku dan teman-teman pun gembira sekali karena melihat satu sama lain memakai jilbab. Aneh tapi seru. Biasanya kita ke sekolah dengan rambut dikuncir, berbando dan pernak pernik di rambut, tapi kali ini kepala kita tertutup jilbab. Senang sekali rasanya.

Yah, tapi namanya anak kelas 4 SD, pasti kita mengeluh kepanasan. Dan karena keterbatasan rok, baju lengan panjang dan jilbab, aku dan teman-teman hanya memakai jilbab pada hari Rabu dan Kamis saja. Hahaha.


Nah kembali ke masa kini.

Aku semacam melihat fenomena jilbab kembali muncul. Hanya saja karena aku sudah cukup dewasa untuk memperhatikan keadaan sekitar, aku sangat sadar bahwa fenomena berjilbab lebih heboh daripada saat aku masih SD dulu. Dari adanya komunitas jilbab yang menjamur dimana-mana, banyaknya tutorial berjilbab di yutube, majalah-majalah yang mulai meng-hire para model yang dipakaikan jilbab atao memang berjilbab.

Tentu saja aku senang bahwa jilbab ternyata gak dianggap aneh lagi, bahwa jilbab sudah tak asing, bahwa para jilbabers tak sulit lagi mencari kerja.

Allah Swt dalam Al Quran berfirman:
Wahai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang-orang mukmin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka. yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk di kenal karena itu mereka tidak di ganggu.Dan Allah adalah maha pengampun dan penyayang.(Al Ahzab.59).

Sepengatahuanku, ayat inilah yang menjadi dasar diwajibkannya wanita-wanita muslim berjilbab. Yap agar mudah dikenali, agar dengan mudah sesama muslim mengenali satu sama lain, itu salah satu tujuan memakai jilbab.

Tapi ada satu yang menggajal hati, bahwa ternyata sangat banyak yang 'hanya' memakai jilbab, tanpa perduli lagi apakah jilbab yang dipakai menutup aurat atau hanya sekedar membungkus.

Loh, emang beda yak menutup sama membungkus?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia,

tutupbenda yg menjadi alat untuk membatasi suatu tempat sehingga tidak terlihat isinya, tidak dapat dilewati, terjaga keamanannya.  

menutup: menjadikan tidak terbuka (spt mengatupkan, mengunci, merapatkan) 

bungkuskata penggolong untuk benda yg dibalut dengan kertas (daun, plastik, dsb);  

membungkus: membalut seluruhnya sehingga tidak kelihatan


Ibnu Katsir mengatakan, 
“Jilbab adalah semacam selendang yang dikenakan di atas khimar yang sekarang ini sama fungsinya seperti izar (kain penutup).” (Syaikh Al Bani dalam Jilbab Muslimah). (http://muslimah.or.id/akhlak-dan-nasehat/jilbabku-penutup-auratku.html)

Kalo menurutku sih menutup adalah menyembunyikan apa yang harus ditutupi (aurat) tanpa membentuk. Sedangkan kalo berbicara tentang membungkus aku akan langsung teringat timphan (makanan khas aceh yg dibungkus daun), dan lazimnya membungkus itu akan memperlihatkan bentuk benda yang dibungkus.

Jadi, masih menurutku nih ya, pake jilbab digaya2in sikit mah gapapa, selama esensi jilbab dan menutup auratnya masih ada. Daripada kesulitan wudhu gegara jilbab yang bak topan meliuk-liuk kan ya :P. Kalo berjilbab, tapi masih membungkus dan pake kain tipis yang masih memperlihatkan aurat yang berusaha kita tutupi kan jadi gak memenuhi syarat menutup aurat. 

So, apakah kita menutup atau membungkus aurat kita? 






**Lalu kalau masalah setelah berjilbab tapi kelakuan masih kesana-kemari, aku gak berani berkomentar aneh-aneh. Karena aku sadar bahwa kelakuanku juga masih banyak yang gak islami. Tapi kan gak salah jika memulai berjilbab sambil memperbaiki akhlak :D

Anyway, ini dia penampakan timphan :D




Alkisah, terdapatlah 2 anak kecil  (usia berkisar 10 tahunan) yang satu secara fisik memang imut dan satu lagi berpostur sesuai usianya. Tapi semisal anak-anak SD jaman sekarang, mereka udah megang yang namanya hape elus alias hape touch screen, dan punya FB, twitter, instagram dan entah sosmed apa lagi. Dua orang anak Banda Aceh yang belajar di kelas yang sama ini sedang makan bakso di kantin sekolah sambil becakap-cakap.

"Eh Dahlia, kee[1] tau gak apa itu kecewa?" sambil asik men-tap hape touch screennya.

"Eh apha lhaghi ithu Kak Rhisthi?" jawab si Dahlia kesulitan, mulutnya asik mengunyah, pipinya saja sudah keliahtan menggelembung sangking penuhnya.

"Aku sebenanrnya pas lagi browsing, ketemu blog sapa gituu, tentang kecewa kek tu lah isinya. Gak ngerti juga aku, tapi penasaran. Kee mau baca? ato kita baca separagraf seorang kek waktu guru bahasa indonesia kita suruh kita baca berantai di kelas kek mana?" panjang penjelasan si Kak Risti (yang entah kenapa dipanggil Kak, padahal sekelas aja pun)

"Oke..pedes kali kak bakso aku! banyak kali tetarok[2] cabe tadi!!" kepedasan dan keringat mulai bikin Dahlia garuk-garuk kepala.

"Aku yang mulai paragraf pertama ya..ehem"


Kalian tau apa itu kecewa? Aku pun sebenarnya agak kabur tentang pengertian kecewa. Hanya saja bila aku sepertinya mulai merasa kecewa, sesuatu di dalam sini (kurasa sesuatu itu terlindung di balik rusuk) seperti berdenyut pelan.


"Udah, sekarang giliran kee"

"Eh iya kak, tapi aku mau nanya dulu boleh?"

"Mmm..nanya apa kee? kujelasin nanti" wajah Risti terlihat meyakinkan.

"Itu kak, maksud kabur itu, lari dari rumah ya? aneh kali kok. Teros sesuatu yg berdenyut yang dibilang disitu apa maksudnya? jantung? kan emang bedenyut dia, kalo gak matilah kita, sakit jantung namanya itu kak."

"Mmmm..banyak kali nanya kok kee. Nanti di kelas aku jawab e. Sekarang baca dulu lanjutannya" pudar keyakinan Risti, rupanya dia gak ngerti juga.


Lalu aku mulai meraba dan mencoba memastikan, apa aku benar-benar kecewa?
Seperti siang ini saat aku dan dia berbincang masalah masa depan, percakapan kami terus mengalir, sampai aku menanyakan hal yang aku tekankan jauh-jauh hari, bahwa aku memberi deadline untuk urusan yang satu ini. Dan seperti kusangka, ternyata saat dia memberikan jawaban, sesuatu di balik rusuk itu kembali berdenyut sangat perlahan, tapi terasa.


"Udah kak..mm, aku boleh nanya lagi?"

"Alah, nanti ajalah ya..belom abes kita baca ni" Risti buru-buru menjawab. Mati aku, susah kali pertanyaan si Dahlia ini, fiiuh.



Dan aku mulai sadar, bahwa kadang manusia terlalu cepat merasa kecewa, bahkan sebelum sesuatu terjadi. Kadang jika tak bisa menjawab ujian aku akan kecewa, padahal salahku karena tak belajar giat. Atau saat bos memberiku banyak sekali kerjaan di kantor, aku kecewa kenapa teman-temanku yang lain tak mendapat kerjaan sebanyak punyaku. Padahal aku akan senang nantinya dengan bonus yang kudapatkan. Lalu bila saat ini teman-temanku sudah menikah dan punya anak, sedangkan aku belum, aku kecewa tentu saja. Tapi pada siapa? Tuhan? Padahal aku sendiri belum tau rencana indah apa yang telah Dia siapkan untukku. Maka kuputuskan memenggal kekecewaan, karena Dia-lah Sang Creator sejati, kutunggu saja bagian cerita mana yang akan kumainkan selanjutnya.



teng..teng..teng..tiba-tiba bel tanda jam istirahat habis berbunyi.


"Eh dah habes waktu keluar maen-maen kita. Yoklah balek ke kelas. Dah habis pun bacaan tadi tu"

"Iya kak, eh tapi baksonya belom abes ni, gara-gara kakak suruh baca kecewa-kecewa itu. Gak ngerti aku ntah hapa dibilang.." jawab Dahlia sambil bersungut-sungut, lalu lari menuju gerobak bakso.

"Pak, baksonya boleh disimpan? nanti pas keluar maen-maen kedua saya balek lagi?" Dahlia nanya ke penjual bakso.

"Aduuh dek gak bisa, maaf yaaa"

"Yaudah lah Pak kalo kek gitu..yok Kak Risti kita masuk kelas" jawab Dahlia lunglai.

"Eh dek-dek, bayar duluuuu!"


 (sumber foto : http://www.jelajahunik.us/2011/10/ponsel-tak-lagi-monopoli-orang-dewasa.html)


-NB-

[1] kee = kamu
[2] tetarok = tidak sengaja menaruh ( put something, susah pulak nerjemahin dlm bhs indo yg EYD)

Saya mau ngucapin kepada anak-anak yang memang masih anak-anak, jaganlah kalian terlalu cepat dewasa yaa. Nanti efeknya bisa kek diatas tu, udah bayar bakso semangkok tapi gak sempat makan sampe habis, gara-gara kepo sama hal-hal yang belom waktunya untuk kalian tau. Mahaha.

Dan untuk yang udah dewasa, kalo gak ada kecewa pasti kita gak akan tau gimana rasanyanya gak kecewa itu :D, hahaha. (udah pada tau pasti yaa..haha)


Aku seperti kehilangan tikungan pohon cemara di sisi kilauan air yang membentang membelah darussalam..padahal ketika masih membayar 2000 perak untuk ongkos transportasi, aku selalu terhpnotis lengkungan cemara itu, hijau dan indah. Seperti menggambarkan kehidupan  di bawah jembatan tempat transportasi tumpanganku berjalan.

Kini,  aku menunggangi kuda besi biruku. Tetap melaju di jembatan yang sama. Hanya saja tak leluasa lagi memandang lengkungan cemara itu. Hijau dan keindahan itu.
Kapan2 akan kutumpangi lagi transportasi 2000 perak itu..dan kunikmati lengkungan hijaumu.


Jari-jari saya mulai ngotak-atik si keyboard QWERTY lagi ni. Tapi rada sebel sekarang klo ngetik musti hati-hati klo mencet tombol SHIFT, bakalan keluar tulisan jamannya oom Wong Fei Hung. Berhubung saya lagi belajar mandarin, jadi ya sabar2 dulu deh sebelum lancar bener.

Interval saya nulis kalo dijadiin grafik bisa jadi garis2 yang sediiiiiikiiit banget naek turunnya. Dengan sumbu x sebagai jumlah tulisan dan sumbu y sebagai nama bulan dalam setahun (berasa blajar matematika yak? Maklum alumni MIPA math,haha). Sekarang ini saya lgi otw namatin bukunya Indra Herlambang, Kicau Kacau. Asli saya nemuin bakat baru Bang Indra (saya orang Sumatera, biasanya manggil Abang unt laki-laki yg lebih tua) yang kalo jadi host aja seru abis. Asiik banget gaya nulisnya, ringan dan apa adanya. Apa lagi di bab tentang KELUARGA, berasa kalo keluarganya itu nyenengin, care each other dan saya pribadi bacanya agak terharu gimana gitu (rupanya tulisan Bang Indra rada2 melankolis di bab ini. Namanya aja keluarga yak. Comes from the deepest heart lah pokoknya).

Saya jadi pingin nulis lagi deh jadinya. Karena kalo foto suatu saat bisa buram, maka tulisan tentang keseharian saya yang so so ini bisa jadi pembangkit secuil kenangan yg udah karatan di dasar ingatan. Kalo tulisan ini suatu waktu di masa depan nanti ditemukan anak-cucu saya, mereka bisa tau gimana emaknya emak mereka di masa eksis and narsis(haha, masih ada gk ya kata2 ini 1000 thn lagi?).

Dipikiran saya saat bikin tulisan ini, pingin banget konsisten sama dunia menulis ini. Minimal kalo gak jadi buku, ya masukin ke blog aja. Tekad saya sih apa aja kejadian di hari-hari saya pingin ditulis. Kalo pun kerjaan saya di hari tertentu cuma bangun, makan n tidur. Kalo pun yg harus ditulis semacam :

*Saya gak punya ide….
*Saya bosan nulis +____@
*Hoaaam!!!

Haha, saya pingin aja konsisten sama suatu kerjaan, secara saya susah banget membangun sesuatu tanpa saya tinggalin karena jenuh n bosan ,kecuali skripsi (mana mau saya gk dianggap anak lagi sama ortu,haha)

Oke2, jadi sebelum saya lupa kejadian hari ini sebaiknya saya ketikin dengan kecepatan super sebelas jari saya yang luar biasa ini (telunjuk kiri-kanan).

SEMINAR PROPOSAL TOKE PULSA

Hari ini adalah hari yang paling saya dan ank2 seangkatan tunggu banget. Saya ini angkatan 2006, jadi tanpa harus memaksimalkan jatah kuliah yg 14 semester itu, seharusnya angkatan saya udah pada tamat tahun 2011 lalu ato paling tidak awal 2012 ini lah. Tapi karena satu n lain hal ada beberapa diantara kami yang terpaksa harus dipaksa (binguuung??bagus, berarti hampir ngerti) mengakhiri masa-masa indah di bawah pohon rindang MIPA MATEMATIKA di pertengahan tahun ini.

Nah, tadi siang itu adalah seminar salah satu kawan kami yang paling gilaa, bocor, kocak dan kadang2 nyebelin, TEUKU REZA KURNIAWAN ato lebih akrab dipanggil Tere. Beliau ini orangnya agak gak serius, suka candaan. Jadi kita seangkatan yang jumlahnya 2.567 org ini (boong ding, cuma 13 org aje) harap2 cemas kayak bapak2 lagi nunggu kelahiran si buah hati (colek Raihan) liatin Tere seminar proposal alias judul skripsi.

Pake setelan hitam-putih, rambut tegak rapi jali dgn segepok tancho ijo (bener kan te??), notebook di depan mata, dan intonasi suara yang tenang dan 10 tahun lagi bisa ngalahin Mario Teduh (Lah????). Yakin banget dah kita2 kalo dia pede abiis, secara Tere emang rada gak peduli situasi. Pertanyaan pertama dan kedua, dijawab mantap dgn suara makin mirip Mario Teduh serta satu tangan di dalam saku celana (bayangiiin, cool gitu). Pertanyaan ketiga mulai grasak-grusuk bukain makalah. Pertanyaan selanjutnya mulai bahas model matematika yg isinya rumus semua, plus integral dan matriks. Ajiib dah pokoknya, dan saya yakin AC yg pas di atas kepala mulai berasa penghangat ruangan, rambut tegaknya mulai layu (bunga kaleee!). Well, meskipun Tere dan yg pernah jd mahsiswa lainnya ngalamin hari yang terkutuk banget pas segala macam seminar itu berlangsung, setelah selesai pasti plong dan legaa (satu tahap udah kelar, tinggal jalanin next section). 

Apalagi kalo kawan2 pada support, walupun dengan cara paling absurd sekalipun. Contohnya; dadah-dadah pas kita lagi ‘panas2nya’ di depan dosen, makanin kue peserta sampe abis tanpa gubris kita yg lagi demam panggung pas presentasi, bikin tebak2an pake casing hape yg kayak jaring2 itu (jadi ingat sms dosen kita itu “Jangan rebut kali kalian”. Cc : Ika,Tere). Arrrgh, tapi ya itulah temen. That’s what a friends for, right???(ngelees,haha).

MAGNUM GRATIS

Sepulang dari seminarnya Tere, saya udah janjian sama temen yang janjiin traktirin saya magnum. Janjiannya ketemu di jalan. “Motong lewat Lamgugop yak” pesan singkat mampir ke hape saya. Saya mulai jalanin motor pelan2 di daerah kita janjian, sepanjang jalan saya gak nangkap sosok temen saya ini, yang mirip aja gk ada. Jadi saya berhenti deh di bawah bayangan pohon untuk sms si temen, secara Banda Aceh panas banget (berasa 50 oC). Dan ujung2nya kita ketemu di depan mesjid yang jauh dari jalan kita janjian pertama. Setelah nyerahin sebungkus Magnum, kita ngobrol sebentar, saya pulang dan duduk depan tivi sambil gigitin potongan yummy Belgian coklat. Mmmm, what a nice day. Kalo rezeki emang gak kemana..Alhamdulillah,hehe.


Kebanyakan tdr siang nih,jam segini mata msh melek.

Mmm..jd kepikiran macem2. Dr jemuran yg lupa diangkat sampe ibadah yg grafiknya smkin menukik tajam ke bawah.


Allah,Tuhanku..jagalah aku dr gelapnya malam yg menyergap kesadaran.

Lindungi aku dr bisik2 kejahatan jin dan manusia.

Bantulah aku mjd sebenarnya hamba

Ikhlaskan aku dgn sgla 'Kun'Mu

Tuhan..

Engkaulah tempat kembali itu.


Published with Blogger-droid v2.0.4

I hope the stuff I prepare tonight is worthy enough. *demi segenggam asa.


Saatnya tarek selimut *night all,sleep well


Pernah jadi korban obsesi orang tua?

.....
Mana suaranyaa???*teriak kencang lewat toa mesjid.

Hahaha, yakin banyak deh diantara kita yg jadi korban. Saya juga sedang ngerasaain sekarang, haha *senyum miris. Tertekan banget, tp kapan sih kesempatan datang dua kali *mikir.

Tapi setelah dua mingguan ini jalanin pelatihan --- salah satu syarat jd calon penerima uang negara (bc : beasiswa ) ---- kok yang awalnya males banget ingat2 S2, jadi py motivasi dr temen2 sekelas yang ngebet banget lanjutin studi. Malahan jadi rada2 terobsesi gitu.

Yaudin, dijalanin aja deh. Dari terpaksa jadi obsesi,haha.





"Kebutuhan selalu diawali oleh keterpaksaan yang menjelma menjadi kebiasaan."



"Kk kenapa?" tanya seseorang sama saya.

"What???apa dia gak nyadar barusan saya nabrak kap belakangnya??" dalam ati doang tapi. Kenyataannya saya speechless, gak tau gmn cara ngasih jawaban yang sesuai.


Oke,seperti yg saya ceritain diprofil, saya baru bisa bawa motor. Dan 4 hari lalu saya baru dapat kerjaan yang tempatnya lumayan jauh dari rumah saya. Mungkin sekitar + 7 km. Dan tau2 waktu istirahat siang tadi pas saya ngajak maksi (makan siang) bareng temen yang kerjanya + 5 km dari kantor, saya nabrak atau mungkin 'hampir' nabrak kap belakang motor orang (rada gak ingat jg, suka amnesia sesaat menjelang kejadian naas,hehe).

Dan ternyata yang jatoh itu saya, si adek cewek itu malah gak ngerasa jd korban tabrakan oleh pembalap amatir 50km/jam kayak saya. Udah jatoh ketimpa motor pula, nasib2. kelingking kanan dan lutut kiri agak biru n bengkak. Alhamdulillah ada tukang parkir yang sigap, langsung ngangkat kuda besi biru saya. Kalo gak kan berabe, bisa patah2 tulang saya ngangkatin tu motor (penyakit lebay mulai kumat), berhubung saya kurus dan tinggi gak seberapa mana,haha.

Jadi keingat kata temen2 saya, "Gak sah naik motor kalo belom jatoh"..
Berarti saya udah sah dong ya??? :D



Oke deh, sekian postingan hari ini. Mu lanjut kerja lagi ni, pegawai yang rajin ya saya?
baru nabrak beberapa jam lalu tapi udah ngantor aja,hehe.



19 Mei '11, 15.40

Malam tgl 8 mei kemaren saya nonton puncak acara Festival Krueng Aceh di Peunayong (china townnya Banda Aceh) yang ramenya nauzubillah, saya tertarik nontonin wushu yg dibawaain sama anak sanggar wushu (mayoritas tionghoa). Saya dan wafda nyempil2 dan merangsek ngikutin org yang nerobos kerumunan penonton, akhirnya sampailah kami ke barisan ketiga terdepan...tapi sayang badan saya cuma 150 cm, teteup gak bisa ngelihat dengan jelas, agak lebih jelas sih daripada pas di barisan belakang. Eh lagi enak2 saya n wafda nonton, cowok di depan kami malah miring-miringin kepala kesana kemari,,,pokoknya kemana kami mau ngeliat, kesitu juga arah kepala tu cowok (arggggh! pingin deh saya pites kepalanya :P).

Sangking putus asanya, saya potoin aja kepala tu cowok..lumayan menghibur, daripada tontonan wushu juga gak dapat. Tak ada rotan, akarpun jadi lah,hahaha. *sorry bro, poto loe gue pajang, bwahaha.




Gemetaran, buku2 jari pucat, tangan kanan pegaal..


Tu dia efek pertama kali liat hujan. Bukan dalam artian sebenarnya sih. Saya emang baru pertama kali ngeliat hujan lewat kaca reben helm yang bikin saya hampir rabun, hehe.

Kayak tertulis di profil, saya baru bisa ngendarain motor. Hari ini pengalaman pertama saya nerobos hujan dan tamparan angin kencang. Bukan sekedar kencang biasa, tapi kencaaaaaaang banget. Makanya tangan kanan saya ngegenggam gas kenceng2, takut kelepas dan bisa bikin saya dilempar angin ke sisi trotoar.

Mana hampir maghrib, pandangan lewat kaca helm mulai gak bener tertimpa air hujan. Makin saya lap tu kaca makin gak jelas pandangan saya. Hadoooh! Lengkap! plus saya hampir nabrak kap belakang motor di depan, haha.

Tadi sih saya deg2an banget, mikir kira2 saya bisa nyampe dirumah dengan selamat atau mlahan masuk rumah sakit dan motor masuk ketok magic ( bengkel yang benerin kendaraan rangsek),,hiiii! tapi kalo dipikir sekarang kok malah seru ya, itung2 nambah pengalaman kalo mau ngelamar jadi tukang ojek..(bukan ding :D), nambah pengalaman jelajahin jalanan sama si kuda besi biru saya.


Mumpung lagi ingat, saya menuhin janji deh di postingan kali ini...dapat tugas tag blog yang paling sering saya intipin dari Diah. Pingin tau, cekidot :

1. Coretan si Chaidesar ; saya suka lagu pengiring blognya (apa judulnya lagu tu dek?), tulisan adik leting saya inipun seru untuk dibaca.

2. Findingnova ; temen gila2an saya. isinya bagus, dari yang serius, sampe yang bikin ngakak guling2 sambil ngesot ke mangga dua.

3. its me, its belong here ; baca sendiri deh! menginspirasi dan bikin saya suka terharu kalo lagi baca blog ini. Nyastra abis, tapi enak dibaca.

4. Si Gembel Bodoh ; lucu! khas banget gaya nulisnya, hilang stress kalo baca blog ini deh..lanjutkan pi! :D

5. Ash ; isinya resep2 mudah n cepat. Saya lagi bljr masak jadi pas banget nemu ini blog. Kabarnya resep yang diposting sama ash berasal dari kitab masak 1000 halaman (langsung kebanyang film2 kungfu jaman dulu)


Nah, bagi yang tertarik silahkan sering intip mereka,hehe.




Sering sekali hati saya terbelit iri, lalu dicengkram cemburu saat melihat salah seorang sahabat saya lebih sukses. Yah, memang kodratnya manusia selalu ingin berlomba2 dalam hal apapun. Tp saya rasa perasaan yg sama sudah sangat sering menimpa saya. Saya hanya iri(plus kagum sebenarnya) pada hal2 positif---menurut saya---seperti ibadah beberapa sahabat saya yang pool, nilai2 mereka lebih memuaskan (walaupun saya ngerasa usaha seberat mereka juga), memiliki banyak sahabat (baik kk2,adk2, ataupun yg seumuran) dan beberapa hal positif lainnya yang kalo saya sebutin disini terus mereka baca ketauan deh saya selama ini ngagumin prestasi mereka,hehe.

Kalo sahabat2 saya (sebagian) punya pacar, itu mah saya gk iri..malah kasihan. Menurut pengalamn saya jatuh cinta itu bikin saya jd gak konsen, sensitive, selalu mikirin si dia, suka senyum2 gk jelas, apalagi kalo saya kebetulan barusan nonton drama korea,,,aduuuh! Gk enak bangeet, senang campur sedih campur ngayal, nano-nano deh.Hidup jadi gak terarah rasanya disaat jatuh cinta. Kalo pacaran sih sampe sekarang saya belum nemu untungnya…ni menurut saya lho! ^_^

Anyway, back to perasaan iri n cemburu sama sahabat2 saya itu..lama2 saya jadi mikir jangan2 selama ini saya klo ngerjain sesuatu gak kuat nawaitunya alias niat. Padahal kan niat dulu baru bekerja. Kalo niat saya kuliah Cuma pingin dapet gelar sarjana ,mungkin aja Allah gk izinin saya siapin kuliah karena hal2 tertentu, ujung2nya pasti saya jadi kecewa berat. Depresi, lalu bunuh diri.

Oke, saya mulai buat perjanjian sama diri sendiri. Bahwa saya gk boleh iris sama rezeki yang udah dijatahin ke sahabat2 saya itu, toh kalo saya ketiban nilai bagus mulu jangan2 saya jadi sombong trus takabur. “Hei, jangan iri dengan rezeki mereka!” gitu kira2 dialog dgn nurani saya.

Saya suka baca puisi Taufik Ismail ini dalam rangka menghapus si iri, si cemburu plus kegalauan hati…..Puisi ini juga membuat saya sangat yakin Allah tak menciptakan sesuatu yang sia-sia.

Puisi Taufik Ismail: “ Kerendahan Hati

Kalau engkau tak mampu menjadi beringin

yang tegak di puncak bukit


Jadilah belukar, tetapi belukar yang baik,

yang tumbuh di tepi danau


Kalau kamu tak sanggup menjadi belukar,

Jadilah saja rumput, tetapi rumput yang

memperkuat tanggul pinggiran jalan,

Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya

Jadilah saja jalan kecil,


Tetapi jalan setapak yang

Membawa orang ke mata air


Tidaklah semua menjadi kapten

tentu harus ada awak kapalnya….


Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi

rendahnya nilai dirimu

Jadilah saja dirimu….

Sebaik-baiknya dari dirimu sendiri


You have u’r own girl!! Yosh! Fight-Oh! ^_^
*11 Nov 2010, saat sedang digerogoti penyakit hati (berharap cepat sembuh,hehe)


Merah-Putih..film yang membuat saya tersadar bahwa Indonesia benar2 diperjuangkan oleh banyak pejuang yg gk kenla menyerah. Segala perbedaan dicoba harmonisasikan, agama, ego, ketakutan, keberanian, warna kulit, daerah dan bahasa tak menghalangi untuk bisa merebut Negara tercinta ini dari para Inlander,Belanda.

Film yang diperanin Lukman Sardi ini juga ngajarin arti pemimpin,memimpin dan perintah itu apa. Bahwa pemimpin adalah sosok yg dipilih krn kualitasnya, yg memimpin dengan kecerdasan dan keberanian bukan hanya bermodal nekat, dan perintah yg dioralkannya bukan sekedar hasil hayalan apalagi demi diri sendiri.

Tapi, apa yang terjadi dgn RI kini? para petinggi dan pemimpin yang berhak membuat keputusan penting menyangkut nyawa2 rakyat malah seenak perutnya manfaatin rakyat untuk mengisi bak2 harta mereka yang entah berapa jumlahnya.


*Wallahu alam...berharap ada pemimpin sekaliber Rasulullah, para sahabat, atau setidanya seumpama tokoh yg diperankan Lukman Sardi.

Salamu'alaikum langiit..

Waaa!pagi tadi saat saya membuka mata, dinding kamar saya terciprat semburat cahaya orange-keemasan (saya ketidur2an smbl nunggu kompi di scan,hehe) ..itu berrti langit november gak lagi kelabu. Horre!

Agak terloncat, segera saya bangkit dan berjalan ke arah jendela. Sreeet....kerai jendela yg berwarna biru itu saya tarik. Dan tampaklah langit pagi yg kali ini ditemani mentari yg bertengger setia di ufuk timur, garis2 warna fajar merambat ke seluruh batasan langit yg dapat terlihat dari jendela kamar yang berjeruji ala jaman kompeni ini,hehe. Subahanallah indahnya...

Saya baru sadar, musim hujan yang bagi sebagian orang tak menyenangkan, tanpa mereka sadari udara sekitar jadi terbebas dari polusi setelah hujan turun. Udara yg kita hirup pun jadi lebih segar...dan yg paling penting buat saya yg cinta langit ini adalah, bahwa setelah hujan langit akan terlihat bersih dgn gumpalan awan yg berarak-arak indah....mengagumkan, amazing bukan??

Dan yg paling penting diantara yg penting, hujan juga merupakan awal hidup baru..
"..Dan Kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah. Untuk Kami tumbuhkan biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan dengannya (air itu). Dan kebun-kebun yg lebat?" (An-Naba' : 14-16).
Allah is the great creator, isn't he?


Saya mencitai langit yg indah..mencintai apa2 yg turun daripadanya. Dan saya berharap dgn mencitai ciptaanNya yg indah itu, saya pun bisa lebih mencintaiNya lebih di atas segalanya.

Jika ciptaanNya saja indah maka bukankah Sang pencipta, Allah azza wajalla, itu lebih indah?

Setuju gak? Setuju kan? iya kan?..iya aja lah ya..hehe, maksa.


****Tp saat saya menulis tulisan ini, angin berdesir2 di luar sana dan menggelembungkan kerai biru jendela. Tampaknya hujan akan kembali menyapa.Hehe (the begining of new life doesn't end yet)

Malam kemarin saya diizikan Allah untuk melihat tayangan "Kick Andy : Asa Diantara Air Mata" ...Kenapa saya terdengar seperti sangat bersyukur? Lewat tayangan itu saya jdi berpikir bahwa ternyata saya sangat sering tidak bersyukur, bahasa kerennya kufur nikmat.


Saya sering lupa banyak sekali nikmat yang Allah pinjamkan untuk saya(sadar ato gak). Saya bisa saja membela diri, "kan saya manusia. Wajar dong sering lupa", tp gk segampang itu boy! Begitu sepelekah si nikmat sampai saya lupa? nikmat2 itu mungkin terlihat sepele, tp kok sampe tu nikmat gk dipinjamkan Allah sehari saja, bisa berakhir hidup saya man! Contohnya aja, oksigen yg bebas dihirup ini. Oleh siapa aja, dimana aja kapan aja, berapa banyakpun yg butuh silahkan, dan GRATIS!!. Coba bayangin, sedetik aja oksigen ditahan Allah karena manusia gk sanggup bayar pajak menghirupnya (dah dibayangin??hehe), bakalan gelepar2 deh manusia kek ikan yg dikeluarin dari air.

So, kembali ke jalan yg lurus (dr td saya ajak belok2 mulu,,hehe). Balik lagi ke cerita "Kick Andy" yg secara gk langsung ngingatin saya ttg pentingnya bersyukur. Bahasannya ttg para orang tua (khususnya ibu) yg punya anak berkebutuhan khusus. Mulai dr yg umum kayak tunarungu, sampe yg langka seperti tunagrahita, bahkan ada yg tiba2 lumpuh secara perlahan.

Dari semua yg hadir saya paling salut sama seorang ibu yg punya 3 org anak yg *tunagrahita. Si ibu udah berumur lebih dr 60 tahun dan masih harus merawat 3 anak yg sudah mulai berumur juga, mungkin yg paling besar sekitar umur 23. Wanita paruh baya itu sampai harus mengendong anaknya kemana2, mandi, makan, main, dan apapun yg memerlukan movement. Sampai pada saat Andy F. Noya nanya apakah si ibu pernah marah sama Tuhan krn diberikan anak2 yg punya kekurangan.

"Ya ndak lah mas. Kan ini anak pemberian Allah. Gak mungkin saya marah. Saya hanya berdoa semoga saya selalu diberikan kekuatan untuk bisa mengurus anak2 ini" sumpah jawaban polos n jujur ini bikin saya terharu sekaligus iri. Begitu bersyukurnya beliau walau banyak sekali cobaan yg harus ditanggung. Ekonomi yg pas2an dan kondisi anak2nya gk bikin si ibu **kufur.

Satu lagi yg bikin saya tambah salut plus terharu adalah ibu murah senyum itu bilang "Saya berdoa semoga anak2 saya lebih dulu diambil Gusti Allah. Kalo saya yg meninggal duluan, saya takut anak2 ndak ada yg ngurus. Misalpun ada, saya takut mereka ndak mengerti kondisi anak2, jd ndak bisa melakukan tindakan yg seharusnya" hiks, terharu. Penonton aja ada yg nangis kejer, sesegukan, sambil ngucek2 mata, sambil ngucek baju n pukul2 dada juga ada (hehehe, apadeh!)

Oke, kecantikan, kekayaan, pangkat n segalanya yg kita miliki emang udah sepantasnya kita syukuri. Yah, walaupun saya adalah cewek S3 (Simple face, Small figure, n Simple life :D)..Toh Alhamdulillah saya masih punya anggota tubuh yg lengkap, bisa bicara, bisa mendengar, bisa jalan dengan kaki sendiri, punya keluarga, punya orang tua yg masih bersedia membiayai study saya, masih bisa bernapas tanpa alat bantu, punya teman2 yg bisa ngingatin saat saya salah, dan,,dan,,dan,,wah! banyak sekali nikmat2 yg gak tau butuh berapa tahun tuk nulisinnya.

Sekali lagi..Alhamdulillah Ya Allah atas segalanya. :)

Oia, yg belum sempat nonton kemarin malam, bisa nonton siaran ulangnya hari Minggu (24 Okt '10) jam 14.30 ato 15.30 (lupa jamnya,hehe) di Metro TV.



Foot Note :

*Tunagrahita merupakan kata lain dari Retardasi Mental (mental retardation). Tuna berarti merugi.Grahita berarti pikiran. Retardasi Mental (Mental Retardation/Mentally Retarded) berarti terbelakang mental. Tunagrahita sering disepadankan dengan istilah-istilah, sebagai berikut: 1. Lemah fikiran ( feeble-minded); 2. Terbelakang mental (Mentally Retarded); 3. Bodoh atau dungu (Idiot); 4. Pandir (Imbecile); 5. Tolol (moron); 6. Oligofrenia (Oligophrenia); 7. Mampu Didik (Educable); 8. Mampu Latih (Trainable); 9. Ketergantungan penuh (Totally Dependent) atau Butuh Rawat; 10. Mental Subnormal; 11. Defisit Mental; 12. Defisit Kognitif; 13. Cacat Mental; 14. Defisiensi Mental; 15. Gangguan Intelektual.

** kufur = mengingkari, gk bersyukur.




Jika cintamu kepada seorang laki-laki sudah sedemikin besar..ingatlah

Bahwa Allah sajalah yg patut kau cintai sebesar langit-bumi dan yg berada diantaranya

Sebab karena ‘kun!”-Nya kau ada

Bahwa hanya Rasul saja yg pantas kau kagumi

Sebab karena ia derajatmu tak direndahkan lagi

Bahwa hanya kepada kedua orang tuamu kau harus patuh

Karena mereka terciptalah kau pun terwujud

Dan BUKAN kepada seorang laki-laki yg bahkan belum halal bagimu

Seorang laki-laki yg bahkan belum tentu menjadi adammu



Entah kenapa tiba2 si Malas yg selama ini bantu-bantu saya untuk GAK ngerjain TA nyeletuk, "Nya, boleh gak saya ijin?" dia manggil saya Nyonya


"Mmm, apa?aduu saya ngantuk banget ni. Nnt aja deh ngomongnya" jawab saya acuh, wong saya lagi tidur siang kok malah digangguin.

"Tp Nya..penting ni" desak Malas gk sabaran. Kok dengar suaranya yg setengah maksa tapi ngiba itu bikin saya jd kasian ya? dan mata n alam bawah sadar saya jd terbangun alias gk ngantuk lg.

"Mu ngomong apa kamu Mal?"

"Gini Nya. Bapak saya lg butuh saya di kampung. Semenjak Emak jd TKW ke negeri seberang, Bapak gak ada yg ngurusin. Saya sebagai anak tunggal ya merasa inilah saatnya tuk balas budi ma org tua." rentetan kata-kata yg keluar dr mulutnya bikin saya miris,,ris,,ris..(halah!)

"Jd kamu mu mudik critanya ni?" tanya saya agak sedikit syok.

"..." makhluk didepan saya cuma ngangguk bisu.

"Kapan?" saya pun jd agak sedikit berat ngelepasin dia. huhu, sedih.

"Sekarang Nya. Tuh barang2 dah saya pack semua. Ada kemungkinan saya balik lagi kok Nya"

"Yaudah deh..met mudik ya Mal" saya mengantar ke gerbang. Dengan barang n kardus2 di kedua tangannya, sempat ia melambai ke saya, saya balas lambaian juga..

Mmm, tapi ada yg aneh ni di perasaan saya. Kok seiring sosok Malas yg menghilang di ujung jalan, perasaan saya jd semakin ringan ya???Malah rasanya semua kerjaan yg tertunda n malas saya kerjain selama ni jd pingin saya jabanin sekarang juga yak??

"MAAAAAAAAAAAL! SAYA RASA KAMU GAK USAH MUDIK SEBENTAR,,,SELAMANYA AJAA!" Teriak mulut saya tanpa bisa saya cegah....



***LET's go Buat TA, mumpung belum kedatangan si Malas-si Malas lainnya.




Diberdayakan oleh Blogger.

Yang Punya...

Foto saya
A wife and insya Allah a future mother :D. Small figure, suka jalan2 ke alam terbuka, tp jg suka mendekam drumah dgn setumpuk film n buku. Kadang kalo lagi kumat juga suka berbuat hal2 gila bareng anak2 dodol :D. Oia, saya juga suka banget sama suami saya *eh, itu mah harus yak :p Ex.mahasiswi Mipa Matematika, yg sedang awut-awutan menimba ilmu lagi di negeri formosa, berasa salah jurusan (wktu S1 merasa gini juga sih) tapi ya wes dilanjutkan aja, sejak kapan sih punya ilmu itu ngerugiin :D a life, sky, photography and Pepnosaurus lover ^_^

Followers