Tampilkan postingan dengan label Keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keluarga. Tampilkan semua postingan

Huang ying guang ling, Cinta :*

Alhamdulillah 13 Feb 2015 kemarin momen "Saudara Febri Rahadi, saya nikahkan kakak kandung saya...", "saya terima nikahnya Ruzana Dhiauddin...", dan anggukan saksi sambil menyerukan "sah!sah!" saya alami juga. 

Sempat terharu waktu adik saya dengan lancarnya melafaz ijab, dan langsung disambut lafaz qabul oleh suami saya yg juga lancar. *semacam masih lucu menyebut kata2 suami, mehehe. 


Huang ying guang ling, Cinta. 
Selamat datang di kehidupan kita. Ya kita. Karena sejak 4 hari yang lalu, aku telah menjadi pakaian bagimu, dan engkau menjadi pakaian bagiku. Saling melengkapi dalam kekurangan, memahami dalam perbedaan, bahu-membahu dalam kesulitan, seterusnya dan seterusnya sambung sendiri aja (soalnya saya udah kehabisan ide buat meracik kata2 puitis sih, haha).

Semoga nasi goreng dan dadar telur (sarapan pertama buatan saya) tadi pagi yang kekurangan garam (karena entahlah dimana sebungkus garam yg baru dibeli itu bersembunyi) adalah awal yang justru bisa membuat kehidupan kita jadi lebih berasa nikmat. 


Daaaaaaaaaaaaaaaan sekali lagi, huang ying guang ling, Cinta!
Selamat menemukan hal-hal baru yaaaa :)


Dari kiri ke kanan; si adek, bundanya suami saya, suami saya, saya, umi, ayah.





Banda Aceh,17 Feb 2015
Semoga sakinah bersamamu :)

2151832,On desk, approaching Maghrib time.


Dear, Anak muda

Inspektur mau ngucapain,
Barakallah, selamat merayakan cinta yaaa (dek ira, pinjam istilahnya yak :D)


Seperti janji Inspektur beberapa minggu yang lalu, bahwa ia akan mencoba menggantikan kehadirannya lewat suara saja. Kemudian malam itu, malam pelepasan masa lajangmu, dia menepati janji itu. Ah, tapi rupanya kau sedang terkapar dalam kuasa si kakak pengukir inai, dengan gaun saja, tanpa polesan dan jilbab yang ribet2 (seperti live report dr kakak BNI kita dan kakak kita yang paling pande masak, Ika and Wafda, respectively). Dan karena itu pula kau tak bisa memegang HP mu sendiri, bahkan memukul nyamuk saja kau tak berdaya,benar2 dlm kuasa si kakak pengukir inai! dan benar2 kehadiran Wafda dan Ika ada gunanya malam itu. Tapi, malam Inspektur rupanya lebih cepat merayap dan jaringan di bukit itu ternyata tak seperti yang ia harapkan, jadi ia mohon diri dr dunia peneleponan lebih cepat dr yang ia rencanakan. Berjanji esok pagi akan disapanya lagi engkau sebelum sesi poles memoles dimulai.


Pagi itu dengan mempertimbangkan waktu, Inspektur dengan mata yang masih berat, mencari namamu di list telepon genggamnya. Beberapa kali ia mencoba, selalu saja kakak operator yang menjawab,

"Ah kenapa di bukit ini jaringan begitu menyebalkan!" rapat sudah gigi Inspektur.

Tapi tentu saja semangat Inspektur untuk berbicara denganmu pagi itu tak pupus. Lalu saat nada sambung terdengar walau terdengar serak, akhirnya Ika berbicara dengan gaya khas kakak BNI. Dan lagi2, kau dalam kuasa seseorang, kali ini si kakak pemoles. Inspektur mendengar suaramu dr kejauhan, menyapanya. Kata Ika, pagi itu kau meronta2 saat si kakak pemoles membubukan maskara di bulu matamu yang tak lebih lentik dr bulu mata Inspektur. Tapi, lagi2 jaringan di bukit ini berulah, memutuskan pembicaraan pagi buta kita, dan setelah mencoba beberapa kali hasilnya nihil, suara life report Ika terdengar serak2 banjir bahkan suara Inspektur pun tak sampai ke seberang sana. Maka dengan putus asa akhirnya Inspektur memutuskan mengirim pesan singkat, hanya 5 layar.

"Haha, baiklah, karena jaringannya ntah gimana2 kan ya, dan nova jg lagi dipretelin. Jadi kami doakan semoga acara pelepasan masa lajang Nova lancar ya, dan juga keluarga Nova diberkahi Allah. Berhubung gak bisa hadir, jadi sekarang ini kami lagi nyoba bayangin giman crowded nya pagi ini disitu, gimana nova meronta2 waktu dimake up, gimana kayaknya Nova rada mau protes kalo mungkin make up nya ketebalan tp apalah daya kan ya sekali seumur hidup, Insya Allah :). Dan sohib2 guwe yang sangat guwe rindukan, tolong di update terus info ttg persiapan sampe walimahan besok beserta foto2 yak. Miss u so much, Girls!! Ps for Nova : I really wish I were there to witness 'ur day', Love ya!"


Bahwa kau selalu menjaga hatimu sampai ikrar ijab-qabul 'ia' lantangkan dengan mantap di dalam rumah Allah hari itu, maka Inspektur pun yakin 'ia' juga telah menjaga hatinya untukmu.

Daaan..akhirul qalam, selamat menempuh bahtera rumah tangga, selamat merayakan cinta, selamat menghadapi apapun itu di dlm keluarga kecil kalian dengan keputusan bersama. Semoga menjadi istri shalehah yang 'ia' idam2kan, semoga menjadi ibu yang mencintai dan dicintai, semoga menjadi tempat 'ia' dan buah hati kalian kelak menemukan hal2 menyenangkan yang tidak akan mereka dapati diluar istana kalian.






**U know, I'll always miss the moment we talk about anything for hours, hope we can still do it latter ya :)

Saya suka zebra, belang2, coklat putih. Loh?kok coklat?

Hehehe, saya bukan lagi nyiumin zebra beneran. Alias bukan zebra yg asalnya dari kingdom animalia itu. Saya lagi nulis tentang bolu zebra, makanya saya bilang coklat putih :D (mmmm,,,harumnya bikin cacing saya lagi2 demo).


Sayangnya si zebra bukan buat konsumsi pribadi (maap ya Cing..), tapi buat dibawa ke tempat sepupu yang besok melepas masa lajang *mulai ngehayalin..* kembali ke laptop! Nyesel gak bikin dua, gak ingat kalo saya suka zebra.


Fresh from the oven nih, tp ndak bisa dipotong2, gak keliatan deh belangnya.

Maaaaak! Lapeeer. Lap ences *sluruuup



Tiba2 pas lagi serut2 es krim ke dalam gelas, saya jadi teringat seorang 'ponakan' yang selalu menjadi tamu pertama setiap hari lebaran tiba....Kenapa saya makek tanda kutip? sebenarnya saya jadi bibi kagetan, krn saya punya ayah tiri yang punya banyak banget saudara dan hebohnya saudara2nya itu (baik keponakan n sepupu) menikah muda n cepet banget punya anak, maklum orang tempo doeloe,hehe.

Nah, saat saya secara hukum negara plus agama tercatat jadi anak tirinya Ayah, saya pun dinobatkan jadi bibi bahkan oma diusia 7thn, kelas 3 SD padahal,ckckckck. *suddenly become old,hufft. Ada beberapa orang yg sebenarnya harus saya panggil 'kakak', pdahal umurnya sebaya umi saya. Ada juga yg sebaya bahkan lebih tua dari saya harus saya relakan manggil saya bibi n otomatis anak2nya mereka bakalan manggil saya oma. Dan dari panggilan2 itu satupun gak ada yg saya indahkan. Yg harusnya kakak, saya panggil bibi. Yang harusnya manggil saya bibi, saya panggil kakak, dan saya ngenalin diri saya bagi anak2 mereka sebagai bibi.....ribet dah saya nulisnya, apa lagi yag baca ya,hehe, maap2 *_*.


Back to 'ponakan',,,,walaupun saya lupa nama ponakan jumpa gede ini, tp saya ingat loh wajahnya. Perawakannya sih sedang, cowok, lebih tua dari saya, udah kerja di luar kota dan makanan kesukaannya yang bikin saya geleng2 kepala..

Dia doyan banget makan bistik ayam Gunung Salju (GS).....emang gk ada yg salah sama si bistik apalagi si ayam yg cuma jadi korban kebistikan (apadeh!haha), yg aneh adalah cowok sawo matang ini kalo lagi pingin gak pikir2 waktu, tempat n sikon.

Menurut pengakuan Mamanya pada lebaran kali ini dihadapan saya, umi saya serta beberapa orang saudara Ayah--- yg dgn bandelnya saya panggil bibi--- pernah baru beberapa bulan setelah tsunami singgah di Aceh, dia nyeletuk gini.

"Ma,pingin kali lah bistik ayam GS" polos

"Halah..mana ada yg jualan. Nasib kokinya aja gak tau gimana" Mamanya heran.


Haha, dasar! pikir2 lagilah wahai 'ponakan'-ku kok pingin sesuatu, harus pas waktu n sikon dong.....di akhir pengakuan Mamanya nambahin

"Kalo kokinya nanti udah meniggal, ntah lah si dek ki tu (panggilan si 'ponakan'). Tiap pulang dari tempat kerjanya di Takengon selalu minta ke GS."

Saya (n mungkin yang ada di TKP) cuman geleng2 kepala....dasar! (dalam ati,hehe).


Diberdayakan oleh Blogger.

Yang Punya...

Foto saya
A wife and insya Allah a future mother :D. Small figure, suka jalan2 ke alam terbuka, tp jg suka mendekam drumah dgn setumpuk film n buku. Kadang kalo lagi kumat juga suka berbuat hal2 gila bareng anak2 dodol :D. Oia, saya juga suka banget sama suami saya *eh, itu mah harus yak :p Ex.mahasiswi Mipa Matematika, yg sedang awut-awutan menimba ilmu lagi di negeri formosa, berasa salah jurusan (wktu S1 merasa gini juga sih) tapi ya wes dilanjutkan aja, sejak kapan sih punya ilmu itu ngerugiin :D a life, sky, photography and Pepnosaurus lover ^_^

Followers