Hidup saya akhir2 ini jadi lebih asik,,kenal sama anak2 dodol teman sekelas n seleting saya ini membuat saya makin berani neko2 (wah! gk bener dong anak2 06 ini?hehe). Gak ding!. Saya jdi makin tau aja gmn arti teman,yg ngumpul bareng lah, gila bareng, makan bareng, terpuruk n down bareng, ngutang pun bareng (Toke pulsa yg paling sering jd korban,haha).
Yah! pokoknya kadang2 bayangin anak 06 yg makin kompak ini bikin saya terharu. Palagi sambil dengerin "Sahabat Sejati" nya So7 :
Sahabat sejatiku, hilangkah dari ingatanmu
Di hari kita saling berbagi
Dengan kotak sejuta mimpi, aku datang menghampirimu
Kuperlihat semua hartaku
Kita s’lalu berpendapat, kita ini yang terhebat
Kesombongan di masa muda yang indah
Aku raja kaupun raja
Aku hitam kaupun hitam
Arti teman lebih dari sekedar materi
Reff.
Pegang pundakku, jangan pernah lepaskan
Bila ku mulai lelah… lelah dan tak bersinar
Remas sayapku, jangan pernah lepaskan
Bila ku ingin terbang… terbang meninggalkanmu
Ku s’lalu membanggakanmu, kaupun s’lalu menyanjungku
Aku dan kamu darah abadi
Demi bermain bersama, kita duakan segalanya
Merdeka kita, kita merdeka
Tak pernah kita pikirkan
Ujung perjalanan ini
Tak usah kita pikirkan
Akhir perjalanan ini
Juga "From this Moment"nya Shania Twain :
From this moment life has begun
From this moment you are the one
Right beside you
is where I belong
From this moment on
From this moment I have been blessed
I live only for your happiness
And for your love
I’d give my last breath
From this moment on
I’d give my hand to you with all my heart
Can’t wait to live my life with you, can’t wait to start
You and I will never be apart
My dreams came true because of you
From this moment
as long as I live
I will love you, I promise you this
There is nothing I wouldn’t give
From this moment on
OH
You’re the reason I believe in love
And you’re the answer to my prayers from up above
All we need is just the two of us
My dreams came true because of you
From this moment as long as I live
I will love you, I promise you this
There is nothing I wouldn’t give
From this moment
I will love you
I will love you
As long as I live
From this moment on
Mmmh
Mmmh (jd teringat tokoh di one piece gk?)
Keknya From This Moment ni agak gk nyambung, tp saya lgi suka banget ni lagu. Hehe
Apapun lagunya yg penting HIDUP 06! Love u Full! hehe

Hahaha..entah sejak kapan saya mulai jatuh cinta sama pemeran tokoh Arai Sang Pemimpi ini. Yg pasti pas nonton film'a saya lgsng kejatuhan cinta sebesar rumah pak presiden SBY (halah!) terhadap Rendy Ahmad alias Arai, cuman di detik keberapa saya jatuh cinta yg saya gk ingat.

Saya lagi suka banget makanan yg penuh minyak tapi enyak ini…gurih n membuat lidah n seluruh anggota mulut saya pingin memproses makanan ini dgn cepat biar bisa masuk lagi, lagi, lagi, n lagiiii. Saya baru akan berenti kalo si martabak udah habis ato perut saya sudah gk punya t4 kosong lg, hehehe.
Sebenarnya awal perkenalan saya dengan makanan manis ini udah dimulai jauh2 hari dari sekarang. Di Aceh (t4 sy bermukim skrg) saya mengenal si martabak dgn nama “apam pidie”, tapi saat itu sy biasa aja, gk suka tp juga gak nolak kalo ada yg ngasih, apalagi gratis, haha.
Tiba2 sekitar 1thn lalu saya melihat beberapa t4 makan yg dikelilingi spanduk kuning bertulisan martabak bangka diseputaran kota Banda Aceh. Dan itu menarik perhatian saya krn sangat sering saya melihat antrian yg cukup panjang disitu. Ada dua martabak yg dijual, martabak bangka (manis) dan martabak mesir. Nah yg saya waktu itu sering banget minta beli Umi adalah martabak mesir, maklum saya peminat makan asin.
Sekitar 4 atau 3 bulan ke belakang, saya n teman2 satu organisasi keagamaan di kampus lagi ngumpul di sekret, ada rapat yg harus dihadiri. Rapat sedang hot2nya (emang kompor, hehe), datanglah seorang senior akhwat dgn menenteng plastic kresek putih (busyeet! Plastiknya pun teringat). Setelah melewati hijab n nyampe di t4 akhwat, si kakak membuka plastik lalu kotak di dalamnya, dan, dan, dan, (kok sy jd gu2p ya,hehe), dan menyeruaklah wangi margarin bercampur coklat. Saya yg saat itu lagi bête plus lapar tentu aja jadi kalap tak menentu, malu2 sya lirik isi kotak, wow! martabak manis ternyata. Tapi tangan saya ngengsi tuk ngambil duluan, setelah sebuah tangan mencomot martabak, langsung saya susul. Hap! Dengan gaya yg masih jaim ----------- biar gk keliatan kalo saya kelaparan ---------- saya sarangkan martabak ke mulut, oh nooo! Meleleh deh bête saya, krn si martabak langsung lumer di lidah, dan gak tanggung2 ada sensasi beda dr rasa coklat biasa, tenyata oh ternyata (mulai lebay, hehe) bukan cuman coklat, tp plus kismis….yummy! serasa melayang hingga kayangan ( yg pernah baca komik Yakitatei Japan pasti ngerti mkasd saya).
Ya! Sejak itulah, sejak kebetean saya di rapat yg berubah jd happy itulah saya suka sama si martabak manis. Cita2 saya suatu saat bisa beli martabak dgn uang sendiri, krn saya tau banget martbak gituan harganya diatas 20rb-an, hehe, cita2 yg aneh. Apalagi abg saya dan istrinya pernah juga ngebawain martbak isi kismis-coklat n jagung-keju, aduuuh!makin manggila cita2 pingin beli martabak.
Dan sejak itu pula saya jd nambah cita2 aneh lain, pingin bisa buat martabak manis sendiri.
And guess what? I did it successfully! Horeeeee!
Tu dia martabak manis ala saya, buatnya dlam ukuran mini sih coz saya gk punya pan martabak yg besar, jd saya pakek Teflon anti lengket yg kecil.
Karena kismis n jagung juga gak ada, jadilah saya bikin martabak manis coklat keju aja.
But, I like it! (narsis,hehe)
Jika seorang musisi pernah mencipatakan syair ttg bunda dan ayah..maka kali ini aku ingin merangkai kata-kata --------- yang telah dianugrahkan Tuhan kepada manusia ---------- untuk mengenalkan Abi-ku padamu. Jujur aku tak begitu mengenal Abi, begitu ia akrab kupanggil, bukan karena Abi pergi ke negeri entah berantah untuk mencari nafkah. Aku hanya ingat bahwa ia adalah lelaki dengan kacamata, rambutnya yg hitam bergulung kecil-kecil, dan sepertinya memiliki pangkuan yg hangat. Sekali lg kukatakan bukannya ia pergi krn tak bertanggung jawab ataupun tiba2 menghilang, tp sudah saatnya ia dipanggil Tuhan ------- saat aku masih seorang bocah ingusan -------- ke negeri yg hanya ia dan amalnya harus hidup bersama makhluk2 pengerat.
Kupinta nenekku ( dr pihak ibu) berkisah, “ Beritahu aku ttg pribadi Abi” . Kulihat nenekku menerawang sebentar, tak lama bibirnya merekahkan sebaris senyum.
“Abimu adalah sosok pria mandiri. Tak pernah merepotkan siapa pun, termasuk ibumu, istrinya” diam sejenak.
“Kalau ia bisa melakukan sendiri, tak akan ia meminta bantuan.”
“Baik hati, dan dermawan. Kedua sifat tsb terlalu berlebihan bahkan.” Sesekali nenek tertawa, memperlihatkan gusi2 yg sudah dtingglkan penghuninya.
“Pernah seorang tetanggamu, sebelum ia jd orang kaya seperti sekrang ini, datang ke rumah Abimu dan langsung membuka lemari pakaian. Saat aku bertanya sedang apa dia disana, “mencari baju” katanya. Ya hanya itu jawabnya, dan kau tau?” aku menggeleng, crita wanita 80-an itu berhenti mendadak, tak mengerti apa mksud pertanyaannya.
Ia tersenyum simpul, lalu melanjutkan “ Abimu mengizinkan kenalannya, apalagi tetangganya untuk meminjam barang2nya. Sudah kukatakan bukan ia terlalu baik dan dermawan. Bahkan menurutku ia terlalu percaya pd orang lain. Yah,,,tp itulah Abimu” Kulihat mata wanita tua berselandang dihadapanku ini berbinar2. Kuasumsikan ia sangat senang mempunyai Abiku sebagai menantunya.
Kata ibuku?
“Sekitar 1 bulan suara2 takziah masih terdengar.”
“Kenapa?” aku agak bingung mendengar pernyataan ibuku, hantukah maksudnya? Sedikit merinding.
“Karena tak lepas2 hingga peringatan 100hr ada saja yg mengadakan takziah dirumah kami saat itu. Tiba2 ada saja yg memasangkan tenda dan membawa makanan, lalu tiba2 pula datang para tetamu entah dari mana saja” diam sesaat
“Jadi aku masih merasa mendengar suara2 takziah itu, bahkan saat mereka tak datang lg”
Kulihat binar di kedua matanya,,,kemudian melempar senyum ke arahku.
Aku terdiam, mencoba membayangkan wajah abi yg mulai samar dr ingatanku. Kulayangkan pandangan ke pohon2 yg berkejaran dibalik jendela mobil.
