Haha..dapat award berantai ni dari adek angkatan saya Muti...
Ni dia si award saya pajang
.

Tapi sebenarnya award ini gak sya banget. Soalnya saya bukan cewek yang stylish, saya mah suka makek baju senyaman saya aja..kadang malah saya bejaket aja kemana2,hehe.

Nah, rupanya award ini pakek syarat yg harus saya penuhi..oke chekidot :

1. Berterima kasih dan membuat link back kepada yang memberi award
Makasih ya Muti caem...hehe

2. Membagi 8 hal tentang kamu

  1. Nama saya Ruzana aja, Dhiauddin itu nama ayah saya. So jangan sampe salah manggil saya pakek nama ayah saya ya.
  2. Small figure n pakek kacamata minus 2
  3. Suka nonton film action dibanding film mellow ato film2 yg bikin nangis bombai gak berenti2 (lha wong artisnya dapat honor gede kok kita pakek nangis segala, gak rela!..hehe)
  4. Suka eksperiment bkin kue...walaupun rasa tu kue hanya Allah yg tau,hahaha.
  5. Baru selesai kuliah n menyabet gelar S.Si,,,tapi masih pengangguran ni,heleep.
  6. Suka nulis, tapi sering buntu ide. So, tulisan sering gak rampung,hehe
  7. Walaupun hape sya udah bulukan,,tapi gak tega ganti yg baru.
  8. Ndak tau mu ngasih tau apa lagi. Buntuuuu! dah midnight (apa hubungannya yak?)
3. Membagi award ini kepada 8 blogger lain.
  1. Melyn
  2. Mas Arief
  3. Nova
  4. Hermawan
  5. Si T
  6. Kak Rahmi
  7. Intan Poe
  8. Ayie
4. Memberi tahu 8 orang tersebut soal award ini
Oke, ni mu dikasih tau.. :D


Perjalan kembaali ke Langsa terasa seperti menonton film2 dari masa lalu. Sepanjang jalan kami terus bercerita ini-itu, tentang masa sekolah dasar Ibu, kenakalan Aya ngoh (adik ibu), kepatuhan Ayah cut (adik bungsu ibu), baju ibu dan adik2nya yang hanya punya 1 baju untuk 3 hari dan juga tentang Abu nek yang sabarnya luar biasa.

Abunek...itu panggilan untuk ayah dari pihak ibu alias kakek. Bagiku, melihat biscuit dan secangkir teh akan membangkitkan kenangan bersama Abu Nek.

Ya..secangkir besar teh hangat akan selalu dinikmati Abu Nek dengan beberapa keping biskuit yg kerasnya tak lazim itu bertimpa2 dan mengembang sampai dasar cangkir. Aku dengan setia menunggu di pangkuan Abu Nek hingga biskuit cukup lembut untuk dikunyah. Abu Nekku bukan laki2 yang banyak bicara, ia hanya berkata2 disaat penting. Yang paling aku senangi bahwa ia tak pernah sungkan untuk berbelanja ke pasar untuk istrinya.

Aku mungkin lupa nada suaranya saat bicara, warna suaranya pun aku tak ingat lagi, tp yg tak terlupakan adalah ia suka mendongeng (walaupun aku tak ingat keseluruhan cerita). Ada 2 dongeng yg ia suka perdengarkan, "Kancil dan Mentimun" dan "Penghuni Jingki (Bhs Aceh : Alat tumbuk beras agar menjadi tepung)".
Dan satu hal lagi, ia dengan sukarela mengijinkan aku yg masih SD dan gak tau malu itu untuk memakai mikrofon mushalla untuk bernyanyi2 sumbang sebelum magrib tiba, saat ia yg bertugas sebagai imam kampung mempersiapkan mushalla unt keperluan shalat.

Abu Nek juga seorang laki2 penyayang. Tak pernah ia memberatkan Jadda (nenek) dengan tugas2 rumah tangga jika ia bisa melakukannya sendiri. Bahkan ia selalu membantu Jadda membuat Kue sarang burung (Keukarah) untuk dijual. Saat ia diserang kebutaan sementara pun tak pernah ia minta diantarkan ke kamar mandi. Aku rindu..

Ah, Abu Nek..maafkan mungkin kesal pernah terwujud karena Jadda sering memintaku mengantrkanmu ke mushalla saat matamu tak cukup berfungsi, bukan aku membencimu, hanya kemalasan yg membuatku begitu, tak lebih.

Saat ban mobil mencetak jejak2 menuju Banda Aceh, tak lupa ada seplastik biskuit yang kerasnya tak lazim itu ikut kami bawa serta...


*sambil membayangkan menenggelamkan
sepotong demi sepotong biskuit kedalam secakir teh.


Kemarin, kemarin lusa,hari ini
aku melihatmu cukup dekat tapi tak bisa kujangkau.

Kemarin, kemarin lusa, hari ini
aku melihatmu tertawa, tapi bukan untukku

Kemarin, kemarin lusa, hari ini
aku melihatmu mendengarku berkata2,
tapi jiwamu tak disini, melayang entah kemana

Kemarin, kemarin lusa, hari ini
aku melihatmu memanggil seseorang, tapi bukan aku

Taukah, aku rindu tatapan tegasmu
Nasehatmu
Senyummu
Gelak tawamu
Pipi tembem-mu
Jilbab hitam andalanmu
Bahkan aku rindu keluhanmu tentang jilbab putih.

Uhibbuki Fillah..

**Saya kombek wahai blog tercintaa....sorry penyakit malas balik lagi ke tubuh saya, apalagi selama sebulan gk buka2 blog, sibuk sama urusan skripsi ( Almadulillah udah jadi sarjana 7 Januari kemaren,hehe).

So, ini jadi tulisan pertama semenjak saya ninggalin si blog (semoga find another earth gak ketombean nunggu saya kembali ke dunia perblogan, haha) n mudah2an saya jd makin rajin nulis .**



Setiap mengakhiri sebuah perjalanan dan pulang, aku seperti menemukan rumah yang agak berbeda. Lebih bersih, acak2an, tudung saji yg miskin isi, atau entah apalagi. Walaupun hanya tak berada di rumah selama 2 hari.


Terbangun dengan tengkuk pegal, hidung tersumbat krn sengatan AC, dan sendi2 kebas. Mataku yg belum terlalu fokus menangkap kebesaran ilahi berupa pemandangan dini hari yg memukau. Aku yg biasanya lebih banyak menghabiskan waktu perjalann malam dgn tidur merasa, entahlah, mungkin terpesona, terpana, atau mungkin lebih tepatnya lagi takjub. Batsan utara langit dihiasi lampu2 dari rumah warga yg melebur menjadi satu dgn bayngan pohon2 kelapa dalam kegelapan. Sedikit menegadah tampaklah bulan yg hampir penuh, sebut saja bulan ¾, membuat kegelapan harus sedikit mengalah.

Diiringi lagu Nidji yang terus mengalun aku menatap ujung2 langit, bulan ¾ dan jalan bergantian. Sebentar lagi sebuah perjalann akan berakhir. Pulang.


*Kutemukan setumpuk pasir coklat tempat semut2 merah mendekam di sudut engsel pintu, piring2 kotor di sebelah kompor, tudung saji miskin isi, dan beberapa semut hitam yg lalu-lalang mencari nafkah,hehe. Im home.


*Merasa mata mulai memanas, hidung berarir, telapak tangan menghangat, tenggorokan perih dan otak yg mulai buntu kata2 maka kuputuskan untuk tidur.


*Semoga ada perjalanan2 lain yg lebih menyenangkan.


(18 Januari 2011, 03-10, cukup clumsy setelah lama gk nulis)

Diberdayakan oleh Blogger.

Yang Punya...

Foto saya
A wife and insya Allah a future mother :D. Small figure, suka jalan2 ke alam terbuka, tp jg suka mendekam drumah dgn setumpuk film n buku. Kadang kalo lagi kumat juga suka berbuat hal2 gila bareng anak2 dodol :D. Oia, saya juga suka banget sama suami saya *eh, itu mah harus yak :p Ex.mahasiswi Mipa Matematika, yg sedang awut-awutan menimba ilmu lagi di negeri formosa, berasa salah jurusan (wktu S1 merasa gini juga sih) tapi ya wes dilanjutkan aja, sejak kapan sih punya ilmu itu ngerugiin :D a life, sky, photography and Pepnosaurus lover ^_^

Followers