Hari ini terasa tak sama. Tentu saja, hari atau apapun dihidup kita selalu unik,tidak pernah sama. Tapi hari ini benar2 berbeda. Karena aku tidak dapat berseru gila2an memanggil dia yg ada di jendela seberang.
Merasa seperti baru saja mencabut gigi, lidahku masih meraba2 gusi yg kosong. Aku seperti masih bisa melihat dia membuka kerai jendela seberang, menelengkan kepala setiap aku berteriak2, mengerutkan dahi serta memasang tampang sebal setiap aku mulai memuji-muji diriku.

Lalu, aku akan mengingat dia yg ada di jendela seberang setiap aku melihat kakek penjaja bunga di stasiun. Juga, setiap melewati toko di jalan belakang, serta saat menikmati makanan di dalam tempat bundar putih itu, aku seperti merasakan dia yg ada di jendela seberang jg ada. Bahkan, malam senin seperti ini akan membuatku lebih mengingat dia.








*11.48 PM
  "See u next time :)"

Aku memeluk, memeluk aku pada bentuk

bersentuhan kemudian, aku mulai khayalanku

pada senandung yang kita nadakan

pada mimpi garis birama








PS : Ini bagus kok, kenapa gak coba mulai lagi? :D

Terkadang memulai perjalanan sendirian itu menyenangkan, seperti menantang ketangguhan diri. Memulai perjalanan ke sebuah tempat yg belum kau ketahui jelas letaknya. Bahkan bagiku, gedung2 bewarna suram itu pun kelihatan menarik, bukit2 yg tak lebih hijau dari apa yg pernah kulihat di kampung halamanku pun ingin kunikmati lamat2---jika saja aku bisa meminta sopir memberhentikan bus,yg tentu saja jika dia dan aku saling mengerti bahasa masing2, dan semakin menyenangkan saja karena aku bisa menikmati berkilometer2 pemandangan sepanjang jalan ini seorang diri.

Lalu, mataku yg mulai sayu, seperti tak mau diajak memejam lagi, saat kuhitung2 bahwa aku sudah harus sampai setengah jam yg lalu. Aku mulai cemas, apakah aku akan sampai ke tempat tujuan. Juga, aku mulai was-was, jangan2 aku menaiki bus yg salah. Dan barangkali aku memang tak harus menempuh perjalanan ini benar2 seorang diri. Maka saat aku seperti tak kunjung sampai, aku menoleh ke belakang, mencari2 sosok lain. Kemudian aku dan seorang bermata sipit dgn rambut sebahu itu terlibat percakapan pendek,

"You have to walk about 5 minutes to get there. And if you see the Y road (sambil merenggangkan telunjuk dan jari tengahnya), you have to take the left one. And you'll see the building. See you,bye bye" ujung2 bibirnya melengkung ke atas, lalu dia melambai ramah sebelum berjalan terlebih dahulu. 



***4.23 PM,menulis ntah hapa2 karena tiba2 mood ditiup angin entah kemana

Jam digital di hp menunjukkan angka 12.40, saat saya memasuki rumah makan yang nyediain makanan vege 'favorit' anak2 muslim,berhubung daging2an dikhawatirkan gak halal. Kemudian saya memilih2 diantara berjuta jenis vege yg dsediakan disitu, salah tiganya yg akan saya lahap. Terkadang saya suka kalap gak menentu kalo masuk rumah makan vege yg satu ini, walopun sering bosan, tapi gak bisa dipungkiri kalo menu yang dsediakan lebih enak dr tempt vege lainnya. Lebih maknyus kalo kata Pak Bondan Winarno (ini gak harus bayar royalty krn pake nama Bapak kan, Pak?). Dan saya suka makan sampe 50-60 NT, which is itu sudah sangat banyak untuk ukuran tubuh saya yg gak seberapa mana ini.

Tiba2 saya melihat sesuatu berkilau2, seperti lembaran2 emas tersaji di depan saya. Yes! akhirnya ada telor dadar jugaaaaaaa!, saya teriak kuat2, dalam ati aja tapinya. Kok dapat telor dadar senang amat yak? Ya iyalah! berhubung diasrama gak ada penggorengan, jd jarang sekali mkan dadar. Apalagi kali ini dadarnya gak pake daun gesong (bhs acehnya walang sangit) a.k.a daun ketumbar yg emang baunya nauzubillah -_-. Hahaha, saya ambil banyak2..tp kali ini saya tahan jgn sampe kalap...dan,dan...saya terharu, setelah ditambah nasi porsi kecil saya cuma bayar 28NT, padahal saya udh nyiapin 60Nt di kantong (takut kalapnya kambuh,huahaha)

Tapi waktu saya minta nasi porsi kecil sama bibi yg jaga rumah makan vege itu,
Saya : wo yao bei fan, xiao de.
Ai (bibi) : hao (sambil narok nasi setengah mangkok)

Tapi entah kenapa si Ai keliahatan ragu2, dan mulai nambahin nasinya, jadi satu mangkok. Saya yg belum lapar2 sekali jadi galau

Saya : Ai, ok. (mksudnya, udh cukup seporsi kecil aja, jgn ditambahin lagi)
Ai : geleng2, mengisyaratkan pake tangan, kalo saya dsuruh makan banyak biar gendut
Saya : Huahaha, wo pang le (saya udh gendut), Ai (sambil buka jaket yg saya pake)
Ai : tetep kekeh nambahin nasi semangkok besar -_-

Diberdayakan oleh Blogger.

Yang Punya...

Foto saya
A wife and insya Allah a future mother :D. Small figure, suka jalan2 ke alam terbuka, tp jg suka mendekam drumah dgn setumpuk film n buku. Kadang kalo lagi kumat juga suka berbuat hal2 gila bareng anak2 dodol :D. Oia, saya juga suka banget sama suami saya *eh, itu mah harus yak :p Ex.mahasiswi Mipa Matematika, yg sedang awut-awutan menimba ilmu lagi di negeri formosa, berasa salah jurusan (wktu S1 merasa gini juga sih) tapi ya wes dilanjutkan aja, sejak kapan sih punya ilmu itu ngerugiin :D a life, sky, photography and Pepnosaurus lover ^_^

Followers