Tampilkan postingan dengan label 06 dodol. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 06 dodol. Tampilkan semua postingan




Segelintir dari 6453org anak math 06 yg lagi ngumpul
 (yang di belakang sana gak termasuk yaa)

Iya, nangis aja sana!
Begitulah kalo anak math 06 pada ngumpul. Rasanya gak afdol jikalau kita gak nangis-nangis. Loh emangnya kenapa? 

Bukan karena kesenangan karena udah lama gak ketemu, lalu kita terharu, karena ternyata yang dulu kurus walaupun makan 5 kali sehari udah jadi gendut, dan yang sehat makin sehat alias gak kurus-kurus. Bukan! sueeer deh, bukan!

Adalah anak math 06 merupakan sekumpulan anak-anak dengan tingkat kecerdasan tingkat tinggi, nyaris jenius. Huuuuu! (disorakin kakak senior yang iri kita pada bisa sidang hari sabtu). Tenang kak, tenang. Kita ini cerdas menghayal, bukan cerdas yg menyebabkan punya IPK 4.00. 

Sangking cerdasnya, kita bisa menghayalkan hal-hal aneh, juga improvisasi berlebay-an tentang kejadian waktu masih muda dulu (sekarang masih muda juga sih :p). Dan anehnya, kita bisa ketawa sampe bercucuran air mata. Padahal kan imajinasi kita pada beda yak. Improvisasi khayalannya sih berjamaah, tambal sana tambal sini, sampe pada satu sentuhan improvisasi terakhir yang melengkapi hidangan imajinasi, kita akan ketawa sampe kebahak-bahak, nangis-nangis, batuk-batuk, ingusan (iih! ini apaan sih, pada flu yaak?). Begitulah kira-kira gambaran lebaynya.

Tiap ngumpul kita bakalan nangisin improvisasi khayalan kita yang entah jaman kapan itu. Kita gak ngayalin hal baru sih. Cuma retell khayalan jaman kuliah dulu. Tapi tetep ngabisin tisu buat ngelap air mata. 

Dari mulai Mak Re yang terlibat skandal 'cinta kita dan kue kantin baret'.
Mak Re yang kita khayalin dijemput limosin si pangeran  'cinta kita dan kue kantin baret'.
Nova dan ruang sauna.
Kita dan bapak LAPLACE (sengaja capslock, biar ingat tulisan bapak itu yang segede papan tulis).

Kita dan ujian di RKU yang sampe maghrib, terus dosennya nyeletuk,

"Besok kalo ujian sampe jam segini, jangan lupa bawa Autan"

"....." sekelas bengong dengar celetukan tiba-tiba ini.

"Kan udah maghrib, banyak nyamuk" jawab si bapak dosen. Tanpa ekspresi. Catat ya! T-a-n-p-a  E-k-s-p-r-e-s-i-!-! (mulai alay ni si rujen).

"hmmph" sekelas pada galau mau ketawa apa lanjutin kerjain ujian. Ampyuuuun Pak, ampyuuun! kita tersiksa nahan ketawa, Pak.


Kita yang ditelepon dosen yg nagjak bikin kelas ganti, dan dengan bandelnya kita seangkatan gak ada yang masuk, pada mau ongkang-ongkang kaki sambil ngenet di ruang MEC.

Daaan, yang paling emejing adalah ketika absen satu MK hilang. Salah satu dari kita khilaf ngejualin itu absen bareng dengan kertas bekas lainnya di tempat pengloakan barang bekas.


Maka, kalau besok kita ngumpul lagi, kita bakalan nangis-nangis lagi menghayalkan cerita jadul kek di atas itu. Soo, pada bawa tisu yak kalo ngumpul, biar kita gak rebutin tisu di warung orang.


2151832,On desk, approaching Maghrib time.


Dear, Anak muda

Inspektur mau ngucapain,
Barakallah, selamat merayakan cinta yaaa (dek ira, pinjam istilahnya yak :D)


Seperti janji Inspektur beberapa minggu yang lalu, bahwa ia akan mencoba menggantikan kehadirannya lewat suara saja. Kemudian malam itu, malam pelepasan masa lajangmu, dia menepati janji itu. Ah, tapi rupanya kau sedang terkapar dalam kuasa si kakak pengukir inai, dengan gaun saja, tanpa polesan dan jilbab yang ribet2 (seperti live report dr kakak BNI kita dan kakak kita yang paling pande masak, Ika and Wafda, respectively). Dan karena itu pula kau tak bisa memegang HP mu sendiri, bahkan memukul nyamuk saja kau tak berdaya,benar2 dlm kuasa si kakak pengukir inai! dan benar2 kehadiran Wafda dan Ika ada gunanya malam itu. Tapi, malam Inspektur rupanya lebih cepat merayap dan jaringan di bukit itu ternyata tak seperti yang ia harapkan, jadi ia mohon diri dr dunia peneleponan lebih cepat dr yang ia rencanakan. Berjanji esok pagi akan disapanya lagi engkau sebelum sesi poles memoles dimulai.


Pagi itu dengan mempertimbangkan waktu, Inspektur dengan mata yang masih berat, mencari namamu di list telepon genggamnya. Beberapa kali ia mencoba, selalu saja kakak operator yang menjawab,

"Ah kenapa di bukit ini jaringan begitu menyebalkan!" rapat sudah gigi Inspektur.

Tapi tentu saja semangat Inspektur untuk berbicara denganmu pagi itu tak pupus. Lalu saat nada sambung terdengar walau terdengar serak, akhirnya Ika berbicara dengan gaya khas kakak BNI. Dan lagi2, kau dalam kuasa seseorang, kali ini si kakak pemoles. Inspektur mendengar suaramu dr kejauhan, menyapanya. Kata Ika, pagi itu kau meronta2 saat si kakak pemoles membubukan maskara di bulu matamu yang tak lebih lentik dr bulu mata Inspektur. Tapi, lagi2 jaringan di bukit ini berulah, memutuskan pembicaraan pagi buta kita, dan setelah mencoba beberapa kali hasilnya nihil, suara life report Ika terdengar serak2 banjir bahkan suara Inspektur pun tak sampai ke seberang sana. Maka dengan putus asa akhirnya Inspektur memutuskan mengirim pesan singkat, hanya 5 layar.

"Haha, baiklah, karena jaringannya ntah gimana2 kan ya, dan nova jg lagi dipretelin. Jadi kami doakan semoga acara pelepasan masa lajang Nova lancar ya, dan juga keluarga Nova diberkahi Allah. Berhubung gak bisa hadir, jadi sekarang ini kami lagi nyoba bayangin giman crowded nya pagi ini disitu, gimana nova meronta2 waktu dimake up, gimana kayaknya Nova rada mau protes kalo mungkin make up nya ketebalan tp apalah daya kan ya sekali seumur hidup, Insya Allah :). Dan sohib2 guwe yang sangat guwe rindukan, tolong di update terus info ttg persiapan sampe walimahan besok beserta foto2 yak. Miss u so much, Girls!! Ps for Nova : I really wish I were there to witness 'ur day', Love ya!"


Bahwa kau selalu menjaga hatimu sampai ikrar ijab-qabul 'ia' lantangkan dengan mantap di dalam rumah Allah hari itu, maka Inspektur pun yakin 'ia' juga telah menjaga hatinya untukmu.

Daaan..akhirul qalam, selamat menempuh bahtera rumah tangga, selamat merayakan cinta, selamat menghadapi apapun itu di dlm keluarga kecil kalian dengan keputusan bersama. Semoga menjadi istri shalehah yang 'ia' idam2kan, semoga menjadi ibu yang mencintai dan dicintai, semoga menjadi tempat 'ia' dan buah hati kalian kelak menemukan hal2 menyenangkan yang tidak akan mereka dapati diluar istana kalian.






**U know, I'll always miss the moment we talk about anything for hours, hope we can still do it latter ya :)


Jari-jari saya mulai ngotak-atik si keyboard QWERTY lagi ni. Tapi rada sebel sekarang klo ngetik musti hati-hati klo mencet tombol SHIFT, bakalan keluar tulisan jamannya oom Wong Fei Hung. Berhubung saya lagi belajar mandarin, jadi ya sabar2 dulu deh sebelum lancar bener.

Interval saya nulis kalo dijadiin grafik bisa jadi garis2 yang sediiiiiikiiit banget naek turunnya. Dengan sumbu x sebagai jumlah tulisan dan sumbu y sebagai nama bulan dalam setahun (berasa blajar matematika yak? Maklum alumni MIPA math,haha). Sekarang ini saya lgi otw namatin bukunya Indra Herlambang, Kicau Kacau. Asli saya nemuin bakat baru Bang Indra (saya orang Sumatera, biasanya manggil Abang unt laki-laki yg lebih tua) yang kalo jadi host aja seru abis. Asiik banget gaya nulisnya, ringan dan apa adanya. Apa lagi di bab tentang KELUARGA, berasa kalo keluarganya itu nyenengin, care each other dan saya pribadi bacanya agak terharu gimana gitu (rupanya tulisan Bang Indra rada2 melankolis di bab ini. Namanya aja keluarga yak. Comes from the deepest heart lah pokoknya).

Saya jadi pingin nulis lagi deh jadinya. Karena kalo foto suatu saat bisa buram, maka tulisan tentang keseharian saya yang so so ini bisa jadi pembangkit secuil kenangan yg udah karatan di dasar ingatan. Kalo tulisan ini suatu waktu di masa depan nanti ditemukan anak-cucu saya, mereka bisa tau gimana emaknya emak mereka di masa eksis and narsis(haha, masih ada gk ya kata2 ini 1000 thn lagi?).

Dipikiran saya saat bikin tulisan ini, pingin banget konsisten sama dunia menulis ini. Minimal kalo gak jadi buku, ya masukin ke blog aja. Tekad saya sih apa aja kejadian di hari-hari saya pingin ditulis. Kalo pun kerjaan saya di hari tertentu cuma bangun, makan n tidur. Kalo pun yg harus ditulis semacam :

*Saya gak punya ide….
*Saya bosan nulis +____@
*Hoaaam!!!

Haha, saya pingin aja konsisten sama suatu kerjaan, secara saya susah banget membangun sesuatu tanpa saya tinggalin karena jenuh n bosan ,kecuali skripsi (mana mau saya gk dianggap anak lagi sama ortu,haha)

Oke2, jadi sebelum saya lupa kejadian hari ini sebaiknya saya ketikin dengan kecepatan super sebelas jari saya yang luar biasa ini (telunjuk kiri-kanan).

SEMINAR PROPOSAL TOKE PULSA

Hari ini adalah hari yang paling saya dan ank2 seangkatan tunggu banget. Saya ini angkatan 2006, jadi tanpa harus memaksimalkan jatah kuliah yg 14 semester itu, seharusnya angkatan saya udah pada tamat tahun 2011 lalu ato paling tidak awal 2012 ini lah. Tapi karena satu n lain hal ada beberapa diantara kami yang terpaksa harus dipaksa (binguuung??bagus, berarti hampir ngerti) mengakhiri masa-masa indah di bawah pohon rindang MIPA MATEMATIKA di pertengahan tahun ini.

Nah, tadi siang itu adalah seminar salah satu kawan kami yang paling gilaa, bocor, kocak dan kadang2 nyebelin, TEUKU REZA KURNIAWAN ato lebih akrab dipanggil Tere. Beliau ini orangnya agak gak serius, suka candaan. Jadi kita seangkatan yang jumlahnya 2.567 org ini (boong ding, cuma 13 org aje) harap2 cemas kayak bapak2 lagi nunggu kelahiran si buah hati (colek Raihan) liatin Tere seminar proposal alias judul skripsi.

Pake setelan hitam-putih, rambut tegak rapi jali dgn segepok tancho ijo (bener kan te??), notebook di depan mata, dan intonasi suara yang tenang dan 10 tahun lagi bisa ngalahin Mario Teduh (Lah????). Yakin banget dah kita2 kalo dia pede abiis, secara Tere emang rada gak peduli situasi. Pertanyaan pertama dan kedua, dijawab mantap dgn suara makin mirip Mario Teduh serta satu tangan di dalam saku celana (bayangiiin, cool gitu). Pertanyaan ketiga mulai grasak-grusuk bukain makalah. Pertanyaan selanjutnya mulai bahas model matematika yg isinya rumus semua, plus integral dan matriks. Ajiib dah pokoknya, dan saya yakin AC yg pas di atas kepala mulai berasa penghangat ruangan, rambut tegaknya mulai layu (bunga kaleee!). Well, meskipun Tere dan yg pernah jd mahsiswa lainnya ngalamin hari yang terkutuk banget pas segala macam seminar itu berlangsung, setelah selesai pasti plong dan legaa (satu tahap udah kelar, tinggal jalanin next section). 

Apalagi kalo kawan2 pada support, walupun dengan cara paling absurd sekalipun. Contohnya; dadah-dadah pas kita lagi ‘panas2nya’ di depan dosen, makanin kue peserta sampe abis tanpa gubris kita yg lagi demam panggung pas presentasi, bikin tebak2an pake casing hape yg kayak jaring2 itu (jadi ingat sms dosen kita itu “Jangan rebut kali kalian”. Cc : Ika,Tere). Arrrgh, tapi ya itulah temen. That’s what a friends for, right???(ngelees,haha).

MAGNUM GRATIS

Sepulang dari seminarnya Tere, saya udah janjian sama temen yang janjiin traktirin saya magnum. Janjiannya ketemu di jalan. “Motong lewat Lamgugop yak” pesan singkat mampir ke hape saya. Saya mulai jalanin motor pelan2 di daerah kita janjian, sepanjang jalan saya gak nangkap sosok temen saya ini, yang mirip aja gk ada. Jadi saya berhenti deh di bawah bayangan pohon untuk sms si temen, secara Banda Aceh panas banget (berasa 50 oC). Dan ujung2nya kita ketemu di depan mesjid yang jauh dari jalan kita janjian pertama. Setelah nyerahin sebungkus Magnum, kita ngobrol sebentar, saya pulang dan duduk depan tivi sambil gigitin potongan yummy Belgian coklat. Mmmm, what a nice day. Kalo rezeki emang gak kemana..Alhamdulillah,hehe.


Tuti, adik angkatan saya ngadain resepsi pernikahannya tadi siang *gw serasa dilangkahin nih,hiks*...

Nah (plak, plak!*efek keseringan nonton ceriwis pagi manis* :D) berhubung saya janjian pergi bareng Wafda, rencananya saya yang punya jadwal jdi asisten bareng Nova mau pulang dulu setelah praktikum kelar sekitar jam 12-an biar bisa ganti baju yang cucok buat kondangan.

Ternyata oh ternyata Wafda bilang mau ke rumah jam 12, nah loh! gmn dong? tiba2 saya terkena dilema tingkat tinggi....sambil ngitung kancing baju paraktikan, hehe, maksdnya sambil ngitung detik demi detik *kok jadi karokean lagunya KD sih,huft* menuju jam 12..batin saya mulai berantem

side A : pulang aja..ganti baju, dandan dikit.

side B : gak usah pulang..hemat bensin Neng!

side A : ih! ogah! muka lusuh gini mu kondangan?

side B : ya gak papa.. Mahsiswi2 lainnya juga manalah dandan x.


Pas mata saya ngelirik, waktu udah nunjukin jam 12.10. Akhirnya jempol saya mulai ngetikin sms, nanya pendapat Wafda. Daaaaaan, si side B menang, dikasih piala citra + oscar + panasonic, haha, karena temen saya itu bilang gini

"Ya gak usah pulang lah...cari kerjaan aja. Pun kan rumah Tuti deket sama tempat kalian praktikum"


Yaudah dengan segala kelusuhan, baju ngampus dan atribut mahasiswa lainnya, saya, Nova, Wafda, dan Diah berangkat menuju TKP (Tempat Kejadian resePsi, haha, maksa!?). Sampe situ saya dan Nova terbengong-bengong dan jatoh guling2 sampe pasar bringharjo *bujug! jaoh banget yak?* karena dari semua, saya ulangin ya, SEMUA yang hadir cuma kami berdua yang tampil ala mahasiswa banget, no polesan, no baju semi resmi. Yang lain jangan tanya, gamis berpayet2 menyilaukan, baju batik, gamis kembang, kebaya dan lain2.

Kita berdua cuma bisa nyenengin diri dengan komentar gini
"Kalo kita sempat dandan n pakek baju gamis...bakalan rame yang jepret2 kita, diwawancra, masuk infotaiment, kalah nanti pengantennya, gak diopen lagi"

Haha, ngarep. Yang ada malah bisa2nya kami berdua dikejar masa.



NB :
Kalo ada rencana kondangan tapi waktunya mepet sama kerjaan lain, bawa aja baju resmi yang gampang diganti biar ada persiapan kalo gak sempat combek ke rumah.

Terharu juga ni ada sahabat2 yang mendeskripsikan saya n teman2 angkatan Math'06 dalam tulisan mereka...walaupun masih dalam bentuk blog. *mudah2an someday bisa jadi buku, hehe.*


Baru 2 orang sih.

Orang yang pertama adalah T. Reza Kurniawan. Terharu sih pas saya baca tulisannya ttg saya. Tp di baris ke-6, kosa kata ke-3 s/d ke-4, saya ngamuk.. nah loh?? masak saya dibilang doyan gosip??? padahal yg menjerumuskan saya ke dalam lembah kegosipan kan dia.....lempar batu sembunyi tangan dirimu Te!


Orang kedua, NovaMiladyarti. Saya rada gk percaya baca kata per kata dalam postingannya itu, beneran saya gak tuh yang diceritain. Jangan2 salah foto n salah nama,hehe...eh, tp beneran rupanya, paragraf ke-1 s/d ke-4 itu saya banget. Nah sampe paragraf ke-5 n seterusnya, kok saya jadi merasa berdosa. Terlalu baik aja cerita ttg saya. Hiks..



Well,tp jadi terharu ni, speechless, plus ngakak guling2.

Btw, anyway, busway.....Makasih yaaaa. *minta tissue lah eeee, efek terharu.


PS : Mudah2an kapan2 aku punya inspirasi tuk nulis ttg kalian, bestu ada penerbit yg tertarik terbitin karya acak-adul kita. Bestu Best Seller, bestu terkenal, bestu diundang workshop ttg buku kita, bestu bisa jalan2 bareng ke luar nergi, bestu,,bestu,bestu... (ngayal trooooos!hahahaha)

*keknya dari dulu mulai nimbrung nulis Pabrek dodol '06, doanya ini-ini mulu yak, hehehe, ngareep tingkat tinggi.





Hidup saya akhir2 ini jadi lebih asik,,kenal sama anak2 dodol teman sekelas n seleting saya ini membuat saya makin berani neko2 (wah! gk bener dong anak2 06 ini?hehe). Gak ding!. Saya jdi makin tau aja gmn arti teman,yg ngumpul bareng lah, gila bareng, makan bareng, terpuruk n down bareng, ngutang pun bareng (Toke pulsa yg paling sering jd korban,haha).

Yah! pokoknya kadang2 bayangin anak 06 yg makin kompak ini bikin saya terharu. Palagi sambil dengerin "Sahabat Sejati" nya So7 :

Sahabat sejatiku, hilangkah dari ingatanmu
Di hari kita saling berbagi
Dengan kotak sejuta mimpi, aku datang menghampirimu
Kuperlihat semua hartaku
Kita s’lalu berpendapat, kita ini yang terhebat
Kesombongan di masa muda yang indah
Aku raja kaupun raja
Aku hitam kaupun hitam
Arti teman lebih dari sekedar materi


Reff.
Pegang pundakku, jangan pernah lepaskan
Bila ku mulai lelah… lelah dan tak bersinar
Remas sayapku, jangan pernah lepaskan
Bila ku ingin terbang… terbang meninggalkanmu
Ku s’lalu membanggakanmu, kaupun s’lalu menyanjungku
Aku dan kamu darah abadi
Demi bermain bersama, kita duakan segalanya
Merdeka kita, kita merdeka

Tak pernah kita pikirkan
Ujung perjalanan ini
Tak usah kita pikirkan
Akhir perjalanan ini



Juga "From this Moment"nya Shania Twain :

From this moment life has begun
From this moment you are the one
Right beside you
is where I belong
From this moment on
From this moment I have been blessed
I live only for your happiness
And for your love
I’d give my last breath
From this moment on
I’d give my hand to you with all my heart
Can’t wait to live my life with you, can’t wait to start
You and I will never be apart
My dreams came true because of you
From this moment
as long as I live
I will love you, I promise you this
There is nothing I wouldn’t give
From this moment on
OH
You’re the reason I believe in love
And you’re the answer to my prayers from up above
All we need is just the two of us
My dreams came true because of you
From this moment as long as I live
I will love you, I promise you this
There is nothing I wouldn’t give
From this moment
I will love you
I will love you
As long as I live
From this moment on
Mmmh
Mmmh
(jd teringat tokoh di one piece gk?)


Keknya From This Moment ni agak gk nyambung, tp saya lgi suka banget ni lagu. Hehe

Apapun lagunya yg penting HIDUP 06! Love u Full! hehe





Diberdayakan oleh Blogger.

Yang Punya...

Foto saya
A wife and insya Allah a future mother :D. Small figure, suka jalan2 ke alam terbuka, tp jg suka mendekam drumah dgn setumpuk film n buku. Kadang kalo lagi kumat juga suka berbuat hal2 gila bareng anak2 dodol :D. Oia, saya juga suka banget sama suami saya *eh, itu mah harus yak :p Ex.mahasiswi Mipa Matematika, yg sedang awut-awutan menimba ilmu lagi di negeri formosa, berasa salah jurusan (wktu S1 merasa gini juga sih) tapi ya wes dilanjutkan aja, sejak kapan sih punya ilmu itu ngerugiin :D a life, sky, photography and Pepnosaurus lover ^_^

Followers